Saat pudar rembulan menusuk malam, kuajak sarung belelku menyusuri sebuah tempat. Tiga kurcaciku yang sedang bermain riang di atas awan lelapnya, kuhadiahi kata sayang di sudut-sudut telinganya: “Ibu pergi dulu, Nak. Hati-hati kau tendang mimpi adikmu…” Beres! Lengang… Aman terkendali. Kuberlalu ringan. Awali petualangan sambil berdendang. Suara klik dan klik menggiringku lebih jauh merambah pelosok [...]