Menghemat Belanja Dapur
Posted by Ratna in daily activity, food 'n eat, mom's corner on 01-08-2008
Harga-harga naik. Termasuk harga keperluan dan belanja dapur. Tidak bisa diganggu gugat dengan berkeluh-kesah, bahkan berdemo ramai-ramai. Kalau saya, paling cuma bisa kutak-katik daftar belanjaan dan menu harian saja. Cukup pusing juga mengatur dana terbatas dengan berharap hasil sebaik mungkin. Dalam arti, makanan yang disajikan tetap menarik/ menggugah selera, gizi harian keluarga pun tercukupi.
Saya mencoba mengefisienkan biaya dapur, dengan cara:
Belanja dalam jumlah besar.
Belanja kecil-kecil dan sedikit tiap hari jatuhnya mahal. Lebih baik belanja untuk keperluan satu minggu sekaligus. Kalau belanja di pasar/ titip belanja ke ibu warung, belanja banyak bisa dikorting. Dengan catatan punya kulkas. Karena setelah selesai belanja, bahan-bahan masakan harus segera dibersihkan. Cuci semua sayuran dan daging. Simpan dalam wadah bertutup rapat. Daging/ ikan ditaruh di freezer/ chiller. Sayuran disimpan di vegetables bin. O iya. Untuk tahu, direndam dalam wadah bertutup berisi air bersih. Ganti airnya setiap hari. Meski ‘fresh from pasar’ lebih baik, tapi kan judulnya buat penghematan
Meminimalkan bumbu
Jangan harap ada masakan Padang di rumah saya. Selain bikinnya lama, menguras tenaga, juga bumbunya itu bow! Rame banget dan sudah pasti mahal. Di rumah, saya pakai bumbu yang light n mild. Kalau bisa, cuma pakai garam doang. Seperti masak telor ceplok, hihi…
Tapi bumbu minimalis juga bisa kok buat makanan cihuy. Misalnya bikinsteak atau sushi.
Mengganti dan memodifikasi menu
Yang tadinya beli 1 kilogram daging sapi hanya untuk disemur saja hari ini, coba dagingnya dibagi dua bagian. Untuk hari ini dan untuk besok. Menu hari ini diganti judulnya, dari semur daging sapi menjadi semur kentang pakai daging. Tentu, biayanya jauh lebih hemat dibanding masakan yang full daging. 1/2 kg sisanya, bisa dipakai besok untuk membuat sop, misalnya. Buat pengganti AKG daging yang hilang, bisa diganti telur yang lebih murah. Lagian kalau keseringan makan daging nggak baik juga buat kesehatan. (Psst…. terutama kesehatan dompet, hihi…)
Kurangi makanan pelengkap
Misalnya kerupuk, sambal, acar, atau bawang goreng. Memang makanan terasa ada yang kurang tanpa kehadiran ‘mereka’. Tapi lumayan lho anggaran yang bisa dipangkas hanya dengan menghilangkan ’si embel-embel’ ini. Untuk makan krupuk sehari, misal 10 buah= Rp 2.000,00. Sebulan beli krupuk sampai Rp 60.000,00. Kan lumayan tuh, bisa beli daging ayam sampai dengan 3 kg. Apalagi sambel. Harga cabai merah sekarang kan buzzubunengng! Read the rest of this entry »

