Lebaran dan Baju Baru
Sore tadi, hati saya cukup dibikin nyelekit saat membaca berita tentang seorang guru honorer yang nekat mencuri pakaian di sebuah swalayan dengan alasan tidak mendapatkan THR untuk membeli baju lebaran. (Berita baca disini)
Spontan batin saya langsung nyeletuk, “Kenapa sih, ngotot banget pengen baju lebaran? Memangnya lebaran harus selalu pakai baju baru ya? Demi gaya aja sampai bela-belain mencuri.” Namun celotehan batin nyinyir saya langsung saya hentikan dengan beristighfar. Saya tak tahu konteks sebenarnya. Saya tak boleh mengumpat-umpat orang sembarangan.
Tentunya ada dorongan yang sangat kuat hingga seseorang berani berbuat hal yang bertentangan dengan hati nuraninya. Terlebih, pelaku adalah seorang guru di sebuah madrasah. Yang setidaknya nilai-nilai keagamaan sudah banyak mendominasi kesehariannya.
Oh, ya. Saya punya sebuah cerita terkait baju lebaran ini. Seorang teman, pada saat malam takbiran Idul Fitri beberapa tahun lalu bertengkar dengan ayahnya. Gara-gara ia dan suaminya tak membelikan baju lebaran buat anak-anaknya. Alasannya, teman saya menganggap baju lebaran bukanlah hal yang krusial. Apalagi pada saat itu, kondisi keuangan rumah tangganya sedang tidak baik. Namun ayah teman saya itu malah marah dan menyebut-nyebut kalau teman saya itu tidak memperhatikan anak. Bahkan membandingkan dengan tetangga yang keadaan ekonominya lebih memprihatinkan, mampu membelikan baju lebaran.
Teman saya merasa tersinggung dan menangis karena pernyataan ayahnya tersebut. Lalu terjadilah adu argumentasi yang sebenarnya kurang pantas dilakukan di tengah kumandang takbir. Hingga esoknya, pas lebaran tiba, suasana maaf-maafan masih terwarnai acara bete-betean.Teman saya bete karena masih sakit hati, ayahnya juga cemberut karena melihat cucunya kalah keren dengan cucu tetangga.
“Gara-gara baju lebaran gitu loooh… Kok gue dibilang nggak merhatiin anak? Justru dengan nggak ngebiasain beli baju lebaran itu bentuk perhatian gue sama anak. Biar anak gue nggak ketelen sama tradisi kampungan itu. Biar anak gue nggak cuma taunya lebaran itu ajang petantang petenteng mamerin diri. Huuu!” kata teman saya sambil terisak saat dia menceritakan pertengkaran dengan ayahnya.
Ada kisah lain, sodara-sodara. Setiap lebaran, dulu keluarga besar saya selalu mengadakan acara halal bil halal. Pada suatu hari, saya dan ayah saya bertemu dengan saudara yang pada saat acara halal bi halal tidak hadir. Tentu kami bertanya dong, mengapa ia tidak datang. Jawabannya cukup mengagetkan, “Malu ah, belum punya mobil….”Dan ia mengatakannya dengan serius.
Satu lagi. Beberapa hari lalu saya membaca status seorang teman di Facebook. Ia terlihat stress karena tidak punya uang untuk dibagi-bagi pada saudara-saudaranya. Duh. Padahal saya tahu saudara-saudaranya orang berpunya semua.
Yah begitulah. Pada orang-orang tertentu, stigma “lebaran harus keren” melekat begitu erat. Sampai-sampai demi sebuah penampilan, orang sampai tega menekan anaknya yang tak berpunya untuk beli baju lebaran. Orang sampai mengabaikan silaturahmi dengan keluarga besar karena malu belum punya mobil. Orang sampai menyiksa diri dengan stress gara-gara malu, takut ketahuan nggak punya uang buat dibagi-bagi.
Lagi-lagi materi. Lagi-lagi gengsi. Lagi-lagi ketakutan menjadi inferior kalau tidak gaya.
Mungkin motivasi ini pula yang mendorong ibu guru honorer ini mencuri baju.
Wallahu’alam.








This post has 12 comments
September 8th, 2010
Selamat lebaran, mohon maaf lahir batin
September 12th, 2010
Biar tanpa Baju Baru …
Seharusnya tidak ada alasan untuk tidak berlebaran
Mohon maaf Lahir bathin bu Ratna
Selamat Idul Fitri
September 12th, 2010
Seorang Guru Mencuri Baju ?
Malu karena tidak pakai mobil baru ?
adduuhhh ?
(tepok jidat)
Maret 31st, 2011
lebaran identik dengan baju baru,,,tapi jangan sampai mencuri gitu dong,,apalagi guru malu maluin aza,,contoh yang tidak baik,,,,
http://xamthoneplus.aparsuparjo.com/obat-herbal-penyakit-liver/
Maret 31st, 2011
bersihkan diri sucikan hati,,,jangan sampai melakukan hal yang dilarang Alloh,,,ga ada baju baru lebaran pun jadi,,,makasih
http://xamthoneplus.aparsuparjo.com/obat-herbal-penyakit-stroke/
Mei 7th, 2011
sebuah tradisi beli baju baru saat lebaran… hehe…
Juli 27th, 2011
Selamat hari lebaran, mohon maaf lahir batin
Agustus 2nd, 2011
minal ayidin walfaizin
Agustus 13th, 2011
seharuznya tdk usahlah mencuri segala . .apalagi d bulan ramadhan . .meskipun baju tidak baru yang penting hati yang harus baru . .:)
jangan lupa kunjungi blogku juga ya . .semoga makin lancar dan sukses . .
trima kasih atas infonya . .good luck:D
Agustus 25th, 2011
sekarang saya sudah jadi orangtua,
punya anak lagi lucu-lucunya.
saya yang malah ingin banget beliin baju buat anak saya.
apa itu juga motivasi bu guru itu ya?
*eh ini postingan dah setaun jadul yah?
September 4th, 2011
Sudah jadi budaya, padahal makna fitri lebih ditekankan kepada kebersihan secara jiwa..
thx
Oktober 13th, 2011
kalu menurut saya yang penting hati kita yang baru …hehehehe