Archive for Desember, 2009

Pernah memainkan game ini? Insaniquarium Deluxe adalah game favorit yang tidak pernah membuat saya dan anak-anak bosan, meski telah dimainkan sejak dua tahun lalu. Selain memang mengasyikkan dan mudah dimainkan (kontrol cukup pakai mouse) produk dari GameHouse ini menurut saya cukup edukatif untuk anak-anak usia prasekolah.

Dalam permainan ini, kita diajak untuk belajar menyayangi binatang peliharaan (ikan). Harus selalu diberi makan agar tetap hidup dan bisa tumbuh menjadi ikan yang produktif (menghasilkan uang). Selain itu, kita juga harus bisa menjaga ikan-ikan peliharaan tersebut agar aman dari serangan monster/ alien. Kita juga diajak untuk berpikir efektif dan efisien dalam menggunakan uang kita. Mau dipakai apa? Apa yang harus didahulukan untuk dibeli? Meng-upgrade kualitas/ kuantitas pakan ikan, membeli ikan karnivora yang akan menghasilkan lebih banyak uang, membeli senjata untuk menyerang monster, atau membeli telur ikan pilihan? Senang rasanya mengamati anak-anak mencoba mengambil keputusan pada waktu yang sempit.

(lagi…)

Tags: , , ,

Ratna Desember 25th, 2009      1 Comment »

Ungkapan tersebut pertama kali saya dapatkan dahulu,waktu masih duduk di SD. Sempat ngga ‘ngeh’. Sampai-sampai saya amati telapak kaki ibu, berharap ada semacam layar TV yang mempertontonkan surga disana.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya saya memperoleh pengertian tentang ’surga di telapak kaki ibu’ (SDTKI). Bahwa sebagai anak kita tidak boleh menyakiti hati ibu. Berbuat durhaka, atau apapun yang menyebabkan ibu marah apalagi menangis. Sebab jika kita sebagai anak sudah berani menyakiti hati ibu, maka kita tidak akan masuk surga. Alias neraka balasannya.

Pengertian ini saya dapatkan di sekolah, pada pelajaran agama. Juga dari buku-buku dan komik-komik. Cerita tentang Malin Kundang yang jadi batu, Si Boncel yang berpenyakit kulit, dan seorang pejuang Islam di jaman Rasulullah SAW yang tersiksa luar biasa dalam menghadapi sakaratul maut karena durhaka kepada ibunya.

Namun kini pengertian saya terhadap SDTKI berubah. Mungkin karena melihat fenomena sekarang yang justru lebih banyak ibu yang durhaka kepada anaknya. Seperti ibu yang membuang bayinya, menganiaya anaknya, berkata super kasar hingga hati anaknya tersakiti, menelantarkan dan masih banyak lagi. Hal ini membuat saya bertanya-tanya dalam hati, apakah ibu yang begini bisa memberi ‘rekomendasi’ anaknya masuk surga? Kalaupun kelak sang anak menjadi anak yang tidak sopan-santun bahkan menyakiti ibunya, saya anggap wajar. Ada sebab, ada akibat.

(lagi…)

Tags: , , , , , ,

Ratna Desember 23rd, 2009      2 Comments »