Beberapa waktu lalu, saat akun Facebook saya masih aktif, saya pernah membaca status seorang teman yang menawarkan shisha. Aduh, nulisnya yang betul apa ya? Sisha, shisha, apa sheesha, atau seesha sih? Whatever deh. Yang pasti teman saya itu menulis pakai rangkaian huruf s-h-i-s-h-a.

Tadinya saya bingung. Apa itu shisha? Kok dia bilang enak sekali, ada rasa apel, blueberry, mint, dll. Katanya mantap banget dikonsumsi kalau habis makan. Waduh. Daripada saya nanya-nanya di komen statusnya terus diledekin katro, saya langsung search aja di google pakai keyword shisha. Dapat deh beberapa. Untuk yang belum tahu apa itu shisha dan segala tetek-bengeknya, yuk maree kita baca bareng-bareng rangkuman saya… :mrgreen:

Shisha adalah kegiatan menghirup aroma buah-buahan dan tembakau yang dibakar, lalu uapnya dialirkan melalui pipa atau bejana dan dihirup oleh hidung melalui selang. Pada dasarnya merupakan cara menikmati tembakau dengan cara berbeda. Kegiatan yang berasal dari negeri-negeri di jazirah Arab itu sudah lama dikenal dan banyak dilakukan orang karena bisa menenangkan sekaligus menyenangkan.

Selama ini shisha dianggap aman-aman saja dan tidak menimbulkan efek berbahaya. Namun para peneliti dari Department of Health and the Centre for Tobacco Control menyebutkan bahwa shisha sama berbahayanya dengan merokok karena dapat meningkatkan level karbonmonoksida dalam tubuh.

Bahkan, dalam satu sesi kegiatan shisha ditemukan empat hingga lima kali level karbonmonoksida yang lebih banyak dibanding pada rokok yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan tidak sadar.

Ketika Dr. Hilary Wareing menemukan fakta itu, ia terkejut dan mengatakan bahwa Shisha sama berbahayanya, bahkan lebih berbahaya dibanding rokok. “Pada tingkat yang sangat parah, shisha bisa lebih berbahaya 400 hingga 450 kali daripada rokok, sangat berbahaya!” ujar Hilary.

Selama ini orang-orang yang tidak merokok menyalurkan hasrat merokok mereka lewat shisha. Aktivitas yang diusung oleh kalangan Timur Tengah itu saat ini sudah menjadi tren di beberapa kafe atau pesta. Banyak orang yang pergi ke tempat shisha merasa aman dan menganggap shisha sebagai alternatif merokok. Hal inilah yang justru menjadi salah konsepsi masyarakat.

“Kami menemukan satu sesi dari kegiatan shisha selama 30 menit mengandung 10 miligram karbon monoksida yang lebih tinggi dibanding rokok,” jelas Hillary.

Dengan adanya penemuan ini, para peneliti berharap agar para pengguna shisha berpikir dua kali untuk terus melakukan kegiatan itu.

“Semua orang tahu bahwa rokok bisa mematikan, tapi tidak semua orang tahu shisha sama mematikannya dengan rokok,” ujar Hilary seperti dilansir BBC, Senin (24/8/2009)

Menghisap 1 shisha setara dengan 15 hingga 52 batang rokok. Itu baru kandungan karbon monoksidanya. Sedangkan kandungan tar 1 shisha setara dengan 27 hingga 102 batang rokok!
Begitulah hasil penelitian laboratorium nasional Prancis, Laboratoire National d’Essais (LNE), yang disampaikan oleh Agen Antitembakau Prancis (OFT). Laporan tersebut menyebutkan shisha merupakan sumber utama polusi
udara di area tertutup dan sekitarnya. Tak heran, karena ternyata shisha lebih berbahaya ketimbang rokok. Satu shisha setara dengan sekitar 70 hisapan rokok, sebut Presiden OFT Bertrand Dautzenberg seperti dilansir AFP, Rabu
(31/10).

Ada 3 tipe rokok Arab dari Timur Tengah itu yang dites. Tipe 1 shisha dengan karbon ringan berjumlah sedikit. Tipe 2 shisha dengan karbon ringan berjumlah banyak. Tipe 3, shisha dengan karbon alami bervolume sedikit. Lalu ada 3 parameter yang digunakan sebagai ukuran perbandingan dengan rokok, yakni jumlah tar, karbon monoksida, dan nikotin. Untuk 70 liter asap yang yang diproduksi shisha, tar yang terkandung pada tipe 1 adalah 319 miligram, atau 32 kali melewati batas yang ditetapkan Eropa untuk sebatang rokok. Sementara shisha 2 mengandung tar 266 miligram, atau 27 kali melebihi batas rokok. Sedangkan shisha tipe 3 mengandung tar 1.023 miligram, atau 102 kali melebihi batas rokok.

Karbon monoksida yang terkandung pada shisha tipe 1 yakni 17 kali melebihi batas rokok, tipe 2 sebanyak 15 kali, dan tipe 3 sebanyak 52 kali. Kadar nikotin yang terkandung pada shisha tipe 1 dan 2 setara dengan sebatang rokok, sedangkan tipe 3 setara dengan 6 batang rokok. Meski shisha memang dinikmati beramai-ramai, tapi sepertinya harus pikir-pikir lagi untuk menghisapnya. Bahaya shisha lebih besar dibanding rokok biasa. Walau rasa tembakau shisha tidak sepekat rokok biasa, kandungan racun didalamnya bisa menimbulkan beragam penyakit mematikan.