Still About My Deceased Facebook
Whaw! Still cannot forget my Facebook, and all friends there. Pengen balik lagi, ketawa-ketawa lagi, sharing apa aja. Dari masalah remeh-temeh sampai super serius. Dari lucu-lucuan sampai nangis-nangis. Semua ada disana. But I must leave my Facebook. Kalau tidak, saya khawatir akan terus tenggelam dalam kesenangan semu. Yang membuat saya semakin terlena dan melupakan rutinitas sehari-hari.
Facebook memang tidak sepenuhnya negatif. Semua tergantung pemiliknya. Tapi saya tak punya kepercayaan diri yang cukup untuk terus menggunakan akun Facebook. Saya takut tak bisa mengontrol diri lagi, baik dalam berkata-kata maupun mengontrol waktu.
Teman-teman saya pun menyayangkan, mengapa saya harus menutup akun Facebook saya. “Kenapa nggak ‘dijablaykan’ aja?”, “Nggak usah tengok-tengok, jadi pengguna pasif aja…”, “Log in seminggu sekali aja.”, “Sayang, temen-teman dan foto-foto yang ada di profil itu semua kan asset….” Dan berbagai macam tanggapan lainnya. Tapi saya tak bisa begitu. Kalau akunnya masih aktif, tiap saya online pasti saya lebih banyak mencurahkan waktu disana.
Mudah-mudahan setelah meninggalkan facebook, hidup saya bisa jauh lebih berkualitas. Saya bisa menggunakan waktu untuk hal-hal yang lebih positif dan bermakna.







This post has 2 comments
Oktober 24th, 2009
wah, udah menghilangkan kecanduan facebooknya ya book?
Oktober 29th, 2009
emang saya kecanduan ya?
Trackbacks