Jam Dua Belas Malam…

Posted by Ratna in blogging, curhat, daily activity on 25-06-2009

Hampir setiap jarum jam pendek itu menunjuk langit-langit, aku sedang asyik bercengkerama dengan benda datar berdiagonal 16″. Brightness 45 dan contrast 38. Di kejauhan, petugas ronda memukul tiang telepon sebanyak dua belas kali dengan tepat.

Setiap 24 jam sekali, pada saat yang sama, aku selalu bersamanya. Menatap segala keindahan dunia yang terlukis di tubuhnya. Menikmati kata demi kata yang berbaris di setiap mili raganya. Ya, aku melihat seluas-luas dunia hanya dengan mengintip kotak kecilnya.

Malam ini, aku ingin sesuatu yang berbeda mengisi kebersamaanku dengannya. Aku tak hanya ingin mengambil, mengambil dan mengambil apa yang ada di dalam jendela ajaib ini. Aku juga ingin memberi. Ingin mempersembahkan titik gelora yang sering bermunculan di sudut-sudut peluhku. Peluh yang bening, yang keluar dari persemayamannya di dalam jiwaku.

Semoga tulisan ini menjadi prolog kebersamaanku dengannya. Bahwa dia tidak akan bertepuk sebelah tangan layar. Sebab layar hati dan asaku akan selalu menyertainya setiap jam dua belas malam.

Insya Allah.

Wismilak pren!

Berkomunikasi Dengan Orang Mati

Posted by Ratna in Intermezzo on 21-06-2009

Menonton Oprah Winfrey Show tadi pagi dengan topik mengenai cenayang, ramalan dan komunikasi dengan orang yang sudah mati bikin saya susah tidur. Dalam tayangan tadi, memang ada orang-orang tertentu yang mempunyai kelebihan/kepandaian untuk bisa melihat masa depan. Ini merupakan dasar yang harus dimiliki seorang paranormal untuk bisa berhubungan dengan orang yang sudah meninggal.

Analoginya sama seperti halnya dokter bedah, dia harus punya dasar dulu sebagai dokter umum. Syarat lain yang harus dimiliki adalah dia harus punya kepercayaan yang kuat terhadap hal gaib. Dijelaskan pula, bahwa mereka yang di alam sana adalah energi. Sama seperti kita yang ada di dunia ini adalah energi juga. Cuma beda frekuensi. Satu lagi yang membedakan, adalah kita punya tubuh/raga, sedangkan mereka sudah copot dari raganya (mati) dan sekarang hanya tinggal ruhnya saja. Jadi mereka susah untuk berkomunikasi dengan kita karena keterbatasan raga tersebut. So, paranormal itu yang bisa menjadi mediatornya. Paranormal bisa menangkap frekuensi mereka yang ‘rendah’ dengan cara-cara khusus yang akhirnya bisa ‘merasakan’ berkomunikasi dengan mereka.

Dari tayangan tadi, memang ada beberapa bukti kalau orang hidup bisa berkomunikasi dengan orang mati. Misalnya si paranormal bisa mengetahui hal-hal pribadi/rahasia yang ternyata hanya diketahui oleh penguji dan orang mati yang dihubungi.

Read the rest of this entry »

Nonton Kolong Jembatan

Posted by Ratna in Intermezzo on 21-06-2009

Saya ingin berbagi satu tayangan TV yang susah saya lupakan. Kemarin, di Trans TV. Jam dan judul acaranya lupa.

Seorang ibu bertubuh gembrot dan berpakaian kutung yang lusuh. Duduk beralaskan beton kotor di bawah kolong jembatan Kali Ciliwung, Jakarta. Beton tempat ia duduk juga merupakan rumah tempat ia dan ‘tetangga-tetangganya’ hidup. Tidur, makan dan beranak-pinak.

Sambil bercakap-cakap santai dengan tetangga, ia memegang jaring berdiameter sekira 30-40 cm dengan pegangan panjang. Jaring itu dipergunakan untuk mengambil barang-barang yang hanyut di kali.

Read the rest of this entry »