Toilet di Mal

Posted by Ratna in Intermezzo, healthy life on 02-04-2009

Ada yang mengistilahkan toilet, rest room, WC, kamar kecil, bilik termenung, atau apalah namanya. Yang pasti tempat ini tempat favorit saya amat saya hindari jika sedang jalan-jalan di mal. Dipakai kalau pas lagi kebutuhan darurat saja, yang mau ngga mau harus sowan kesana.

Sebenarnya saya selalu malas jika harus melangkahkan kaki ke toilet umum, sekalipun di mal. Meski design toilet semewah apapun saya selalu was-was. Apalagi kalau pake toilet duduk, aduh…kebayang paha belakang saya harus bersentuhan dengan ‘bekas’ orang. Mungkin bukan cuma ‘bekas’ paha orang aja yang borokan pernah mejeng disitu. Bisa aja ada orang yang pernah jongkok disitu lengkap dengan alas kakinya yang kotor:twisted: Huhu… So, di tas saya ngga pernah ketinggalan hand sanitizer (buat ditetesin di tempat duduk), tisu basah dan tisu kering buat ngelapnya.

Kalau boleh saran nih buat para pengelola mal atau pusat perbelanjaan lainnya, terutama mal-mal yang berada di kawasan non-elit, yang segmen konsumennya orang biasa-biasa aja…

1. Gunakan kloset jongkok saja. Meski di pintu sudah diperingatkan: Dilarang Jongkok di Kloset Duduk, tetap aja banyak yang nekat jongkok. Entah alasan apa. Kan jadi jijay tuh bekas alas kaki mereka belepotan disitu:evil:

2. Untuk pembilas, jangan pakai air yang langsung mancur dari kloset (Eco-washer) atau tissue. Sediakanlah gayung, atau selang shower. Orang Indonesia (termasuk nenek dan ibu saya) masih lebih menyukai dan terampil pakai cara-cara konvensional saja. Soalnya sudah berapa kali tuh saya nemu pintu toilet di mal basah kuyup gara-gara ada orang kekencengan bukan kran eco-washernya. Hihi….kebayang paniknya. Atau kesembur malah…

3. Optimalkan lagi kerja tim Cleaning Service. Becek sedikit, cepat pel. Pakai alat pel yang super absorbent itu ya. Biar user tidak kepleset-pleset atau jinjit-jinjit. Trus dinding-dindingnya juga jangan lupa disikat biar tak ada kotoran yang bikin licin, bikin bau n nggak sedap dipandang mata.

4. Sirkulasi udara tolong perhatikan. Kalau pengelola tidak bisa menyediakan pewangi ruangan, dengan selalu ada udara segar saja kita sudah merasa nyaman kok.

Toilet memang kecil. Tapi penting :wink:

Comments:

There are (6) Comments for the Toilet di Mal

Post a comment