Tentang Osteoporosis
Sistem skelatal terdiri dari tulang, persendian, dan kartilago. Ketiganya ini saling bekerja sama membentuk struktur tubuh dan menyokong seluruh tubuh. Karena itu selama individu melakukan aktivitas, tulang terus menerus terpapar dengan kemungkinan untukj mengalami kerusakan.
Tulang mengalami dua karakteristik, yaitu: kekuatan dan densitas tulang, dimana keduanya penting dalam mempertahankan fungsi tulang dan sangat dipengaruhi oleh jumlah kalsium dalam tubuh.
Perkembangan tulang mencapai puncaknya pada masa remaja dan berlanjut terus hingga usia 30 tahun. Selanjutnya, tulang mulai berdegenerasi, menjadi tipis, lemah, dan rapuh. Kondisi ini disebut sebagai osteoporosis.
Faktor-faktor risiko osteoporosis meliputi: jenis kelamin, usia, ras, genetik, atau riwayat keluarga, gaya hidup dan diet. Kaum wanita pada umumnya lebih rentan untuk mengalami osteoporosisdibandingkan pria karena pada saat menopause produksi estrogen dalam tubuh mengalami penurunan yang drastis.
Pilihan Terapi untuk Penderita/ Pencegahan Osteoporosis
- Kalsium/ dengan vitamin
Supplemen kalsium membantu mencegah dan mengobati osteoporosis pada pasien yang kurang mendapat asupan kalsium.
- Produk nutrisi/ enteral
Selain suplemen kalsium, di pasaran juga tersedia beberapa produk nutrisi atau enteral yang mengandung kalsium dalm jumlah yang diperlukan untuk mencegah osteoporosis.
- Estrogen dan progesteron serta preparat sintetiknya
Estrogen sistemik yang diberikan pada terapi sulih hormon berfungsi mengganti estrogen alami tubuh yang hilang atau berkurang, sehingga dapat mencegah progresivitas osteoporosis.
- Obat metabolisme tulang
Obat-obatan untuk pengobatan/ pencegahan oteoporosis. Caltonin, misalnya, bermanfaat untuk meningkatkan massa tulang atau membantu memperlambat proses pengurangan massa tulang.
- Suplemen
Multivitamin dan mineral, kacang-kacangan, sunflower, sesame seeds (biji wijen).
Terapi dan pengobatan osteoporosis bertujuan untuk meningkatkan kepadatan tulang untuk mengurangi retak tambahan dan mengontrol rasa sakit. Untuk terapi dan pengobatan osteoporosis sebenarnya memerlukan suatu tim yang terdiri dari multidisipliner minimal antara lain departemen bedah, departemen penyakit dalam, departemen psikologi, departemen biologi, departemen obstetri dan ginekologi, departemen farmakologi.
Penyakit osteoporosis selain mempengaruhi tubuh, juga mempengaruhi kondisi psikis penderitanya terutama akibat patah tulang sehingga terapi dan pengobatan osteoporosis pun melibatkan spesialis kejiwaan. Tidak hanya itu, departemen kedokteran olahraga juga diperlukan dalam terapi dan pengobatan osteoporosis.
Untuk mempertahankan kepadatan tulang, tubuh memerlukan persediaan kalsium dan mineral lainnya yang memadai, dan harus menghasilkan hormon dalam jumlah yang mencukupi (hormon paratiroid, hormon pertumbuhan, kalsitonin, estrogen pada wanita dan testosteron pada pria).
Oleh sebab itu Departemen gizi klinik juga memiliki peranan dalam terapi dan pengobatan osteoporosis. Spesialis gizi klinik dapat membantu menjaga agar asupan gizi penderita osteoporosis terutama kalsium dan vitamin D tercapai agar penyerapan kalsium dari makanan dan pemasukan ke dalam tulang berlangsung optimal.
Secara progresif, tulang meningkatkan kepadatannya sampai tercapai kepadatan maksimal (sekitar usia 30 tahun). Setelah itu kepadatan tulang akan berkurang secara perlahan. Oleh sebab itu, kepadatan tulang harus dijaga sejak masih muda agar saat tuanya tidak menderita osteoporosis.
Semua wanita, terutama yang menderita osteoporosis, harus mengkonsumsi kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang mencukupi. Wanita pasca menopause yang menderita osteoporosis juga bisa mendapatkan estrogen (biasanya bersama dengan progesteron) atau alendronat (golongan bifosfonat) yang bisa memperlambat atau menghentikan penyakitnya.
Pria yang menderita osteoporosis biasanya mendapatkan kalsium dan tambahan vitamin D, terutama jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tubuhnya tidak menyerap kalsium dalam jumlah yang mencukupi.Jika kadar testosteronnya rendah, bisa diberikan testosteron.
Pada kolaps tulang belakang disertai nyeri punggung yang hebat, diberikan obat pereda nyeri, dipasang supportive back brace dan dilakukan terapi fisik. Penjepit punggung mungkin penting untuk mendukung vertebra yang lemah dan operasi dapat memperbaiki beberapa keretakan. Pengobatan hormonal dan flouride dapat membantu. Penyakit osteoporosis yang disebabkan oleh gangguan lain dapat dicegah melalui pengobatan yang efektif pada gangguan dasarnya, seperti terapi kortikosteroid.