Perawatan Pasca Melahirkan
Posted by Ratna in birth n pregnancy on 03-03-2009
Baca juga:
Langsing Setelah Melahirkan
Mau sharing nih, gara-gara banyak tetangga dan teman sebaya yang kebetulan lagi pada hamil. (Musim panen manusia apa ya?) Saya yang pioneernya bikin anak selalu jadi tempat konsultasi
Satu yang bikin saya kpingin share disini yaitu tentang perawatan ibu pasca melahirkan.
Saya sendiri dulu pernah berantem bersilang pendapat dengan nenek tercinta. Gara-gara setelah melahirkan saya banyak nggak mau nurut apa kata nenek a.k.a tradisi pasca melahirkan ala jadul. FYI, nenek saya dulu bisa dibilang ‘tuan putri’. Semua kebutuhan beliau disediakan semua oleh para ‘dayang-dayang’. Jadi selama 40 hari setelah melahirkan, nenek saya itu tidak boleh turun tempat tidur kecuali untuk keperluan kamar mandi dan toilet. Harus duduk sepanjang hari dengan kaki lurus dan rapat. Segala keperluan makan, minum, mengurus bayi, semua di tangan para dayang yang pada stand-by dekat kasur nenek. Kalau nenek mau turun kasur harus dipapah dengan berjalan seperti pengantin sunat
Makanannya? Hanya boleh makan lalapan pucuk daun tertentu, nasi, sambel oncom dan kunyit bakar. Kunyit bakar sangat dianjurkan agar alat reproduksi cepat kembali pulih dan sepet. Pantang sekali makan telur, daging-dagingan dan susu. Alasannya: nanti alat reproduksi dan air susunya anyir. Walaaaahhh!!
Terang-terangan saya menentang tradisi nenek. Sebab saya tidak mau seperti ibu saya yang nurut semua yang nenek bilang. Makan kunyit melulu kan malah bikin sembelit. Justru menyiksa ibu yang baru melahirkan. Saya minta makanan yang dipantang aja semua. Kenapa harus dilarang-larang? Itu kan makanan bergizi semua. Bayi saya butuh itu. Saya gunakan aja kesempatan untuk merengek-rengek minta makanan macem-macem. Mumpung saya masih jadi ‘tuan putri’ setelah melahirkan, hehe… Meski nenek agak cemberut, cucu perempuan satu-satunya ini kok badung.
Tentang stay cool on the bed selama 40 hari? Oh, no way!! Bosen atuh. Lagian saya kepingin mandiin bayi saya sendiri. Juga kpingin menggendong hasil karya saya dan suami keluar rumah buat berjemur di pagi hari. Waktu lahir anak ke dua, begitu pulang ke rumah, saya langsung bikinin susu buat anak pertama saya. Wara-wiri ke dapur. Menjaga agar si sulung tidak merasa kehilangan ibunya, karena kehadiran adik baru.
Tentang pemakaian gurita atau stagen. Saya pakai hanya beberapa hari saja. Untuk menghormati pendapat nenek saya saja yang khawatir rahim saya melorot ke bawah kalau nggak di ikat. Saya pakai sebentar karena merasa ribet dan nggak nyaman aja. Selain itu, dari sudut pandang kedokteran juga dianggap tidak perlu memakainya. Gurita atau stagen itu hanya perlu pada penderita yang perutnya sangat longgar, yang tekanan intra abdominalnya sangat menurun setelah persalinan. Misalnya pada hydramnion, kehamilan kembar dan vitium cordis (gangguan jantung dalam kehamilan).
Yang seru, waktu lahiran anak ke tiga. Saya melahirkan di kota saya sendiri. Nggak nebeng di rumah ortu lagi seperti waktu melahirkan anak pertama dan ke dua. Kebetulan, ibu saya hanya bisa menemani saya sampai hari ke dua setelah melahirkan, karena nenek sakit. Saya minta ibu mengurus nenek saja. Saya yakinkan ibu, kalau saya sudah jagoan ngurus anak meski tanpa pembantu. Akhirnya, ibu luluh juga. Jadilah saya mulai bekerja lagi seperti biasa sebagai ibu rumah tangga hari ketiga setelah melahirkan. Begitu pulang dari rumah sakit.
Alhamdulillah. Semua OK-OK aja. Mungkin motivasi yang begitu besar pada diri saya untuk cepat-cepat bisa pulih dalam waktu singkat dan juga dukungan dari suami. Tentunya saya tidak lantas bekerja bakti bersihkan rumah dan segala isinya sampai ‘cling’. Pelan-pelan saja sambil bagi-bagi tugas dengan suami. Anak-anak juga dilibatkan untuk peduli kebersihan rumah. Urusan masakan, sementara saya pakai jasa katering dulu.
Ternyata dengan membiarkan badan saya bergerak tanpa harus berlama-lama di tempat tidur, membuat saya merasa lebih cepat sehat. Jauh bila dibandingkan waktu melahirkan anak-anak sebelumnya. Dalam dunia kedokteran ada istilah early ambulation. Yang dimaksud dengan early ambulation ialah kebijaksanaan untuk selekas mungkin membimbing ibu pasca persalinan keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnyua selekas mungkin berjalan.
Sekarang sudah tidak dianggap perlu lagi menahan ibu pasca melahirkan terlentang di tempat tidurnya selama 7-14 hari setelah melahirkan. Ibu sudah diperbolehkan bangun dari tempat tidur bahkan sampai 6 jam setelah melahirkan untuk buang air kecil sendiri.
Keuntungan dari early ambulation (sumber buku Obstetri Fisiologi, Unpad) ialah:
- penderita (ibu pasca melahirkan) merasa lebih sehat dan lebih kuat
- faal usus dan kandung kencing lebih baik
- memungkinkan ibu memelihara anaknya secara langsung (memandikan, mengganti pakaian)
Menurut penelitian-penelitian, early ambulation tidak mempunyai pengaruh yang buruk. Tidak menyebabkan pendarahan yang abnormal, tidak mempengaruhi penyembuhan luka episiotomi atau luka di perut, tidak memperbesar kemungkinan prolaps atau retroflexio. Early ambulation tentu tidak dibenarkan pada penderita dengan penyulit. Misalnya anemia, penyakit jantung, penyakit paru-paru, demam, dan lain-lain. Lagi pula penambahan kegiatan dengan early ambulation harus beragsur-angsur. Jadi bukan maksudnya ibu segera setelah bangun dibenarkan mencuci, masak, dan sebagainya.


alris´s last blog post..SELIMUT JEPANG
“…kebetulan lagi banyak yang pada hamil. (Musim panen manusia apa ya?)” -> kan lagi musim hujan…
wah informasi ini sangat dahsyat. kemarin2 saya masih berkeyakinan pasca melahirkan harus “senden” kalo bahasa jawanya, duduk bersandar di tempat tidur selama 40 hari supaya badan ndak melar dan organ reproduksi kembali sempit
Perawatan Pasca Melahirkan…
Mau sharing nih, gara-gara banyak tetangga dan teman sebaya yang kebetulan lagi pada hamil. (Musim panen manusia apa ya?) Saya yang pioneernya bikin anak selalu jadi tempat konsultasi
Satu yang bikin saya kpingin share disini yaitu tentang pe…
bagi sy sebagai suami ada kalimat menarik dari tulisan tersebut yaitu ,”alat reproduksi cepat kembali pulih dan sepet”.memang pasca melahirkan sang ibu ga usah tidur terus selama 40 hari, yang wajib tidur itu si “imin”sang suami he he heh….
nah yang begini perlu, maklum seluruh sodara2 saya emang pada katro masih seperti nenek2 yang diceritakan diatas,
saat ini saya harus meyakiknkan istri saya
bahwa melahirkan itu proses alami yang kita bisa melihat faktor alam(binatang seperti, kerbau sapi, kuda dalam hitungan jam langsung pulih kembali .. bukan begitu)
terima kasih ilmunya
untung ibuku bukan yang manut banget ama nenek. model nenek kita sama, tapi dengan cerdasnya mama selalu menjembatani nenek dan saya. alkhasil ga terlalu ribet dngan beda jaman. thanks ya bu sudah berbagi, senang bisa mampir aku mau belajar juga ah……
“Waah,….aku juga sama.. setelah melahirkan anak pertama, mengurus sibayi sendiri. Gak minum jamu, [ padahal sudah dibelikan oleh orangtua ]. Banyak sekali mitos ini mitos itu,…tetapi saya dan suami berpegang pada prinsip kami sendiri yang memang lebih berpikir ke arah yg modern. Pakai gurita pun sebentar…karena saya orang nya gak bisa diam. jadi guritanya cepat sekali longgar. Itupun yang bantu memakaikan gurita,setiap pagi, suami saya sebelum dia berangkat kekantor.
Setelah 40 hari, saya langsung aktif latian capoeira lagi.
Selama masa hamilpun saya masih latian sampai usia kehamilan awal 9bulan. sekarang saya sedang hamil anak ke-dua sudah memasuki usai 8bulan lebih. Inti-nya, selama masa hamil & setelah melahirkan kegiatan saya tidak bnayak berubah, Tetapi bertambah hehehe…[ mengurus sikecil ]
Saya baru 15 hari pasca melahirkan anak ke tiga, kebetulan ibu saya harus segera pulang karena ada kakek yang sakit. Biasanya Ibu selalu memasangkan kapur sirih dan air perasan jeruk untuk dioleskan ke perut sebelum dipasang gurita dan stagen yang 12meter itu. setelah ibu pulang saya bingung mau diterusin sampai 40 hari apa nggak.terutama untuk menghilangkan bekas garukan waktu hamil yang sekarang jadi hitam dan mengelupas.Bisa pake baby oil aja ? Saya minta tolong informasinya cream yang lebih tepat untuk masalah saya ini.
Bener…benr…saya setuju banget dengan artikel ini. Saya baru melahirkan 25 hari…walah aturan mertua bikin saya stress. Tapi karena saya bandel..cuek aje!!!