Anak saya menyebutnya ‘ayam limbah pabrik’. Karena tampilan sausnya memang hitam seperti oli kotor atau limbah pabrik. Tapi kalau soal rasa? Jangan risau. Tak ada rasa oli kotor atau bau limbah pabrik yang menyengat. Yang pasti: enak! Dijamin deudeuieun. Apalagi kalau makannya pake nasi jepang yang masih panas plus saus cabai dan mayonaise…
Read the rest of this entry »
Berbelanja di kaki lima atau pedagang keliling, terkadang ujung-ujungnya malah merasa gondok bin bete. Barang dengan kualitas sama, di tempat lain jatuhnya jauh lebih murah. Meski sudah bertitel ibu-ibu, saya seringkali tidak tahu harga. Apalagi jago tawar-menawar.
Makanya, untuk menghindari keculasan pedagang yang tahu saya yang kurang mahir dalam menawar dan sering jatuh kasihan, saya akhirnya selalu belanja di hypermarket. Selain ragam produk yang dijual juga lebih banyak, saya tak perlu stress memikirkan takut ditipu. Sebab harga pada label yang tertera di setiap produk, saya percayai merupakan harga terbaik yang diberikan hypermarket tersebut kepada pelanggannya. Read the rest of this entry »
Siapa yang belum pernah makan mi instant? Pasti semua sudah pernah mencoba. Terutama yang pernah jadi anak kost atau korban banjir
Mi instant sudah hampir bisa dipastikan sebagai main course. Tapi sekarang tampaknya mi instant bukan hanya dijadikan sebagai makanan kaum tertentu saja. Yang dikonsumsi hanya ketika kondisi keuangan sedang super morat marit atau karena alasan kepraktisan. Tapi memang karena mi instant memang ngangeni. Yang tiba-tiba suka timbul sinyal di otak: “Duh…kepingin mi instant nih!”
Read the rest of this entry »
Kurang afdol rasanya kalau musim hujan dilewatkan tanpa minuman hangat.
Di daerah saya, Jawa Barat, minuman wajibnya kalau nggak bandrek ya bajigur. Pas sekali kalau acara minum-minumnya dipadukan dengan makan ubi rebus dan pisang kukus. Tapi itu sih makanan ala aki-nini saya
Teman-teman saya lain lagi. Ada yang suka kopi tubruk, wedang jahe, capuccino atau teh manis hangat saja. Tapi ada juga yang suka membubuhkan bubuk cabe ke dalam minumannya. Namanya Spicy Choc. Katanya enak. Pedes hangat gitu. Saya sendiri belum mencobanya. *ngebayanginnya aja nggak tega*
Kalau saya sendiri? Read the rest of this entry »