Seperti biasa, anak-anak saya ‘ogah’ kalau disuruh makan nasi. Mau tidak mau, saya harus selalu mencari cara agar karbohidrat dkk bisa masuk ke perut mereka. Beruntung, anak-anak saya suka camilan. Termasuk kue Brownies. Jadi soal gizi harian, bisa diakali meski mereka termasuk picky-eater..

Daripada membeli, saya lebih sering membuat Brownies sendiri. Selain karena toko kue jauh, membuat kue sendiri bisa membuat anak-anak saya sedikit tenang. Tidak lari-lari melulu. Karena mereka asyik membantu colek-colek membuat adonan kue. Sekalian belajar berhitung dengan cara menimbang bahan-bahan kue. Belajar bekerja secara sistematis dengan cara mengikuti petunjuk resep. Dan belajar bersabar dicereweti ibunda menunggu kue matang :D

Saya tak punya resep kojo membuat Brownies. Malah sering gonta-ganti resep. Sekedar memuaskan kepenasaran: resep ini enak nggak ya? Rasa kan mirip-mirip. Yang beda paling tekstur atau kadar manisnya. Yang penting bagi saya, bahan coklatnya harus yang berkualitas. Baik coklat bubuk maupun dark cooking chocolate. Resep satu ini saya share, karena paling gampang cara membuatnya dan tidak perlu banyak peralatan keluar dari lemari.

Oh iya. Berhubung tidak ada persediaan gula kastor di rumah, saya pakai gula pasir biasa. Hasilnya: giung euy! Alias kemanisan a.k.a. manis banget seperti saya. Untuk menetralisir rasa manis yang lumayan berlebih itu, saya parut keju cheddar. Jadi cara makannya: ambil sepotong Brownies, lalu cocolin ke keju parut. Lalu, ammm! Nyemm…nyemmm…. Lima jari tangan kanan dikuncupkan, digoyang-goyang, wajah menghadap kamera, lalu bilang: maknyussss….

Halah, dasar orang ndeso. Makan Brownies aja kok mirip makan ‘pete cocol sambel’? :mrgreen: