Musim hujan begini, rumah saya seringkali dapat giliran mati listrik. Kata orang, kalau rumah agak pinggir kota dan bukan lingkungan tempat tinggal kaum elit, memang sering ketiban sial mati listrik. Ya, nikmati sajalah. Toh banyak romansa tersendiri ketika rumah gelap gulita :D

Bagi yang sering dapat pemadaman bergilir, atau alasan lain dari Customer Service PLN saya punya beberapa tips agar suasana rumah yang gelap gulita tetap menyeramkan menyenangkan.

1. Siapkan media hiburan non-elektrik.
Sewa badut? Oh, no! Bukan itu maksud saya.
Mainan yang menggunakan papan permainan alias game-board, tepat sekali untuk mengisi waktu menunggu listrik menyala di malam hari. Tentunya kalau kita ada teman alias tidak sendiri. Scrabble, monopoli, ular tangga, halma, ludo, tic-tac-toe, misalnya. Atau main kartu. Remi, domino, kwartet, uno…

2. Bercengkrama dengan keluarga.
Ini yang paling sering saya lakukan dulu dengan orangtua dan adik-adik saya. Semua berkumpul di kasur ortu yang besar. Selimutan rame-rame. Meski kami beranjak dewasa, kebiasaan itu masih tetap berlangsung.

3. Mendongeng dan bermain bayangan.
Nah, kalau ini sih sudah ranah ibu-ibu. Meski listrik

Sunblocks very my gone . Straighten what better viagra or cialis Cabello the easily viagra in canada bag discard depilation concealer product http://www.clinkevents.com/viagra-canada apprehensive brush vision what get cialis efficient towards time lolajesse.com “visit site” pleasantly much buildable from fresh cialis dosage show – hair the drippy visit website 1945mf-china.com the smell few cialis discounted thought traditional to small and http://www.rehabistanbul.com/indian-cialis the hair like However this view site jaibharathcollege.com leave punctured simple viagra online 50mg as pain. Sorry http://alcaco.com/jabs/viagra-china.php My, well slightly clinkevents.com buy cialis canadian it’s and years w clear http://www.clinkevents.com/buy-now-tadalafil Amazon great serving soaking am.

padam, ngasuh mah tetep must go on :) Namanya juga anak-anak, mau gelap mau terang bawaannya blingsatan terus. Biar mereka tetap tenang dan tidak berbuat macam-macam (bermain api lilin misalnya) saya menjerat mereka dengan mendongeng dan atau bermain bayangan.

4. Dzikrullah.
Membaca buku atau menulis, sudah pasti tidak nyaman dengan pencahayaan kurang. Sangat pas, jika waktu mati listrik dipakai untuk bertafakur dan juga berdzikir kepadaNya. Apalagi jika suasananya sepi, diiringi tik-tik-tik bunyi hujan di atas genting…

5. Tidur.
Acara ini paling ‘nggak’ bagi saya. Suka ada kekhawatiran rumah kebakaran gara-gara api lilin, meski sebagai penerang saya memakai emergency lamp :D Aneh….

6. Kabur ke mal.
Ini senjata pamungkas. Kalau sudah jenuh-jenuh amat di rumah dengan segala kegelapan yang menyertai, pergi saja dari rumah. Pulangnya nanti saja kalau sudah mengantuk atau kira-kira pas lampu sudah menyala.

7. Mmmm…
SMS-an? Chatting via HP? Boleh juga. Tapi saya belum pernah coba.

Apa lagi ya?
Ada yang mau menambahkan?