Beberapa hari lalu, seorang teman dekat saya kedapatan mengutil di sebuah hypermarket. Tentu kaget dong. Mengingat dia seorang alim, terpelajar, punya status sosial tinggi dan secara materi pun berkecukupan. Barang yang diambil pun yang harganya tak seberapa: batu baterai ukuran AAA.

Berdasar pengakuan si teman, ia melakukan tindakan ini untuk ketiga kalinya di hypermarket yang sama. Sebelumnya, ia pernah mengutil pentil ban mobil dan paper clip. Waduh. Aneh deh. Untuk sebuah barang yang murah, yang sudah pasti dapat ia beli, ia kok berani mempertaruhkan reputasinya yang sudah baik di masyarakat ya?

Memang perilaku ini termasuk dalam kelompok besar yang menjadi gangguan kebiasaan dan impuls. Gangguan ini ditandai oleh tindakan yang dilakukan berulang, tidak memiliki motivasi yang rasional dan jelas serta akan merugikan kepentingan dirinya maupun orang lain.

Kleptomania merupakan kecenderungan yang tidak bisa ditahan untuk mencuri, bukan disebabkan karena kemiskinan tetapi karena kelemahan jiwa. Seorang kleptomaniak melakukan pencurian bukan karena dia memang memerlukan barang yang diambilnya atau bukan karena barang itu memang memiliki nilai yang mahal. Tapi dia melakukan pencurian karena adanya dorongan yang tidak bisa ditahannya.

Hal ini jelas berbeda dengan seorang pencuri biasa yang merasa khawatir kalau-kalau tindakannya diketahui orang lain, maka seorang kleptomaniak sama sekali tidak memiliki kekhawatiran seperti itu saat dia melakukan pencurian. Bagi diri seorang kleptomaniak, mencuri justru merupakan sebuah tindakan yang menyenangkan bagi dirinya.

Menurut berbagai penelitian, kleptomania merupakan sebuah kondisi yang sangat langka dan lazimnya lebih banyak diidap oleh kaum perempuan. Hasil sejumlah studi menunjukkan, dari sejumlah kasus pencurian di dalam toko yang berani diidentifikasi, hanya lima persen saja yang masuk ke dalam katagori kleptomania. Sisanya, sudah pasti adalah pencurian biasa.

Jika dilihat dari ilmu kejiwaan, kleptomania merupakan sebuah impuls abnormal untuk mencuri. Karena dia merupakan penyakit mental patologis. Ada beberapa tanda yang bisa menjelaskan bahwa sebuah pencurian dilakukan karena seseorang yang melakukannya mengidap kleptomania.

Tanda-tanda yang pertama adalah secara impulsif orang bersangkutan mengambil barang tanpa langkah yang berbelit-belit. Biasanya dia akan mengambil barang yang sama berulang-ulang dengan tanpa alasan dan tanpa adanya keperluan memiliki barang tersebut. Dia akan mengalami ketegangan yang meningkat sebelum melakukan pencurian dan merasa senang setelah berhasil mengambil barang tersebut. Tetapi dia tidak akan merasa menyesal sebelum, selama dan setelah melakukan perbuatannya.

Sebenarnya kleptomania bisa diobati oleh obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit obsesif-kompulsif, anti depresi seperti prozac, paxil atau zoloft. Biasanya gangguan ini disebabkan masa kecil yang tidak terpuaskan sehingga mampu menimbulkan kegelisahan atau depresi, banyak psikiater mencoba memberikan obat anti-sedih. Tetapi bisa juga dilakukan pendekatan psikoteraphy dengan cara memperbaiki perilaku atau mengubah cara pemahaman penderita mengenai dirinya.

Penyembuhan dengan pendekatan psikoteraphy dengan orientasi pemahaman memerlukan waktu panjang bisa 2 hingga 3 thun. Ada baiknya dilakukan pendekatan untuk mengenal dirinya melalui meditasi untuk memusatkan pikirannya. Apabila dia bisa melakukan pemusatan pikiran dan bisa tidur nyenyak, maka keseimbangan yang diperoleh ini akan meningkatkan fungsi sistem yang ada dalam tubuhnya.

Sistem saraf otonom, sistem daya tahan tubuh dan sistem hormonal akan bekerja bersama-sama dalam keadaan seimbang yang mempengaruhi sistem neurotransmiter. Keseimbangan neurotransmiter ini akan meningkatkan kesadarannya yang menyebabkan adanya pemahaman diri. Jika dengan dirinya sendiri dia belum mampu untuk memahami dirinya dan mengontrol dirinya maka dia butuh penanganan khusus oleh psikiater untuk mendapatkan psikoterapi meditasi sehingga proses pemahaman bisa diperoleh lebih cepat.

Jika permasalahannya lebih banyak disebabkan oleh masa kecil yang tidak terpuaskan, maka memperbaiki trauma masa lampau sangat membantu memahami dirinya. Dengan membawanya untuk merasakan apa yang terjadi waktu kanak-kanak dan menyelesaikan permasalahannya itu maka permasalahannya semasa kecil bisa dipahami olehnya.

Melakukan meditasi selama 10 menit setiap hari dua kali maka disiplin dalam dirinya akan terbentuk, pengontrolan diri akan terlatih dan terciptanya impuls untuk mencuri bisa segera disadari dan dicegah untuk bertindak. Jadi untuk mengobati kleptomania memang tidak mudah tapi dibutuhkan penanganan yang khusus.
Referensi: perempuan dot com