Lebaran kemarin, ketika bertemu saudara atau teman, hampir semua bertanya, “Berapa anakmu?”
Tentu saja langsung saya jawab dengan mantap, pasti dan jujur: “Tiga.” :mrgreen:

Cuma setelah itu pasti diledekin. Macam-macamlah. Ada yang bilang rajin amatlah, musim hujan melululah, pokoknya segala macam. Maklum, saya dan suami baru memasuki usia 30 sudah berbuntut banyak. Karena dulunya menikah muda. Sedangkan saudara dan teman, kebanyakan baru memikirkan pernikahan setelah usia diatas 27 tahunan. Adik saya pun yang sudah bangkotan sampai saat ini masih memikirkan urusan karier dan melanjutkan kuliahnya.

O ya. Ketika saya jawab “tiga”, ada saja yang menyeletuk “Baru tigaaa…” Atau kalau saya menjawab “sudah tiga” pun: “Tinggal berapa lagi nih?” Hoh, memangnya pakai target lusinan gitu? :mrgreen:

Hmmmm… Jadi kepikiran akhirnya. Sudah tiga apa baru tiga ya? Seperti berbeda. Tapi keduanya mengandung arti masih akan menambah anak lagi. Kecuali kalau ‘cukup tiga’. Itu baru saklek, tidak akan menambah anak lagi.

Terkadang jumlah anak tiga dirasa kebanyakan. Misalnya ketika anak-anak semuanya lagi pada rewel karena tidak enak badan. Atau ketika sedang membeli susu yang mahal-mahal itu. Atau ketika membayangkan biaya pendidikan di kemudian hari yang pastinya akan selalu naik. Belum kalau melihat pergaulan anak-anak (bahkan pergaulan aki-nini pun) jaman sekarang yang segala bebas, yang banyak melanggar norma agama dan kesusilaan. Kalau anaknya banyak, apakah nanti (perkembangan, dlsb) bisa terpantau dengan baik?

Namun terkadang, mempunyai anak tiga dirasa masih kurang juga. Saat melihat ketiga anak sedang bermain, tertawa-tawa, lucu-lucu, ganteng-ganteng (wong ibunya yang bilang;) ), cerdas-cerdas… Ngangeni gitu. Kalau mereka tertidur semua, rumah terasa sepi sekali. Jadi suka timbul khayalan. Coba kalau ada yang lain, pasti masih ramai. Atau ketika sedang menonton berita di TV. Tentang segala kebobrokan yang terjadi di negeri ini. Apa cukup dengan tiga jagoan ini bisa membuat negeri ini gemah ripah loh jinawi, aman, tengtrem, kerto raharjo lagi? Berarti harus nambah ‘hero‘ lagi dong :mrgreen:
Hayah. Tapi ya..mungkin, bisa jadi, karena keserakahan saja ya keinginan punya banyak anak ini.

Jadi, bagaimana nih. Sudah tiga, baru tiga, atau cukup tiga saja?