Baca juga: Taktik Mudik Pakai CCTV Streaming dan GPS
Harapan untuk bisa mudik dengan lancar ternyata jauh panggang dari punggung
Padahal sebelum pergi pulkam saya sudah ngecek titik-titik macet menuju Tasikmalaya. Semua lancar. Maka dengan pede-nya, di hari H lebaran, setelah sungkeman dan makan-makan di rumah mertua di daerah Suci, Bandung, kami langsung meluncur ke rumah orangtua saya di Tasikmalaya.
Apa daya, keluar kodya Bandung yang biasanya hanya memakan waktu setengah jam, ini diperlukan waktu sampai delapan kali lipat. Empat jam! Mana cuaca sangat puanaasss. AC distel full pun seperti tidak ada artinya. Kasihan sekali lihat orang-orang di mobil tanpa AC atau yang berada di mobil bak terbuka. Mukanya merah-merah matang gitu…
Semua jalan menuju keluar kota Bandung bagian timur seperti mampet. Jalan tol maupun jalan biasa penuh disesaki beragam kendaraan. Padahal di CCTV Dephub, Cileunyi lancar sekali. Sampai saya punya pikiran, jangan-jangan gara-gara semua orang pada melihat CCTV ini, mereka menyangka jalanan sepi, lalu serempak mudik pada jam yang sama. Ternyata bukan begitu. Posisi CCTV ada kira-kira 100 meter setelah pintu keluar tol Cileunyi. Jadi wajar sekali kalau yang terlihat di CCTV jalanan selalu lancar. Karena macetnya justru ada di tol! Di tempat bayar tiket keluar tol. Pantas sekali kalau yang terlihat di CCTV jalan selalu lancar. Karena bayar karcis kan satu-satu. Keluar…lancar. Beda dengan sebelum pintu keluar tol. Macet parah!
Begitu pula jalan di seberang CCTV Cileunyi dipasang. Lancar. Karena memang sudah keluar dari titik macet jalur Cibiru-Cileunyi, yaitu daerah Cinunuk, sekitar Griya Mitra Posindo.
Untuk Dephub, lebaran tahun depan CCTV tetap dipasang ya. Tapi tolong lokasi pemasangannya di tempat yang jauh lebih strategis lagi. Sehingga informasi yang diberikan bisa tepat guna. Saya sarankan untuk Bandung, CCTVnya dipasang di pintu-pintu keluar tol, jalan-jalan utama menuju pintu masuk tol, juga bundaran Cibiru (yang merupakan pertemuan dua jalur utama: Ujungberung dan Bypass).
Karena capek, pegal, dan lapar, akhirnya kami tidak langsung mudik ke Tasik. Tapi singgah dulu ke rumah kami yang berdekatan dengan tol Cileunyi. Buka-buka gembok lagi deh
Untung mertua membekali makanan cukup banyak. Ketupat, opor, sambal goreng ati dkk langsung dihajar saat itu juga. Tak perlu dihangatkan lagi. Karena sudah dihangatkan di microwave bagasi mobil pakai tenaga matahari saat macet ![]()






Di hangat kan di bagasi mobil …
hahaha …
jangan-jangan ..
berangkat bawa jagung …
pulang udah jadi pop corn kali ya …
But … yes … ini romantika Lebaran yang setahun sekali ituh …
So once again …
Nikmati saja
Salam saya …
(yang tangannya besot-besot ituh ..)