Mudik atau perjalanan menuju kampung halaman, identik dengan kemacetan. Perjalanan jauh yang dibumbui kemacetan tentu sangat tidak menyenangkan. Agar mudik tidak terjebak macet, terutama untuk yang bawa kendaraan sendiri, ini ada sedikit taktik, strategi atau apalah…hehe…
Intinya, ikhtiar tambahan agar perjalanan lebih efisien :)

Sebelum memutuskan pergi mudik jam berapa dan hari apa, ada baiknya sering-sering nonton TV. Stasiun TV sekarang seakan saling berlomba menyuguhkan laporan arus mudik hampir di setiap sudut jalur mudik. Tapi, nonton TV sepertinya kurang praktis ya. Harus nongkrong depan TV dan laporannya pun tidak update setiap saat.

Lain halnya dengan jalur mudik live streaming cctv yang bisa diakses disini. Cukup pakai PDA, Anda bisa melihat sikon jalur mudik yang dipasangi kamera cctv di beberapa titik rawan macet. Cukup klik di salah satu daerah yang terdapat di peta. Anda bisa langsung memutuskan: pergi sekarang apa tidak.

Selama perjalanan, Anda bisa menggunakan GPS (Global Positioning System) agar jika terjebak kemacetan bisa melihat kemungkinan untuk memakai jalan lain. Istilahnya, biar sampai ke Roma, pakai jalan tikus pun bisa. Tentu saja, dengan memakai GPS ini, Anda tidak perlu takut tersesat. Karena panduan peta cukup akurat dan bisa di zoom in-out. Jadi, kalau sudah bosan dengan kemacetan, tinggal belokin saja mobil Anda ke ‘jalan tikus’ :)

O ya. Selain bisa tahu posisi kita sedang berada dimana, dengan bantuan alat GPS kita bisa memprediksikan kapan kita bisa sampai di tempat tujuan. Asyik banget! Ketika ayah saya bertanya via SMS, “Posisi dimana?” Saya bisa langsung jawab detil, “6,3 km menuju Rajapolah. InsyaAllah sampai rumah jam 18.15. Karena kecepatan mobil rata-rata hanya 38,7 km/jam. Soalnya jalanan padat, semi merayap.”