Tips Mudik Dengan Bayi dan Balita
Saat masih single, mudik sampai berjejal-jejal dan ‘ditumpuk’ dengan pemudik lain di dalam kendaraan, saya sih hayu aja. Tapi kalau bawa anak? Oh, no… no.. no!!!
Makanya, sebelum punya kendaraan sendiri pun, saya dan suami sampai pinjem mobil buat mudik. Kalau ngga begitu, mendingan ngga mudik aja. Paling kalau sampai ngga mudik, kami dijemput orangtua kami biar bisa pulang ke kampung halaman
Dulu gitu loh…
O, ya. Ini persiapan dan perlengkapan mudik kalau bawa anak-anak.
Tools on the trip:
1. Mainan.
Mainan yang bisa bikin anak anteng dan nyaman selama perjalanan. Tentu saja yang aman dan tidak mengganggu perjalanan. Ingat, jangan pakai sepeda dalam mobil!
2. Kantong muntah.
Perlu disiapkan. Siapa tahu pas anak pusing dan mual, kendaraan sedang kagok-kagoknya, tidak bisa menepi. Misalnya pas macet di pinggir jurang.
3. Makanan dan minuman ringan.
Untuk ini, saya agak royal dan memanjakan. Saya bawa soft drink, aneka snack kering dan permen. Makanan pantangan semua sih, yang berMSG tinggi dan ngga bergizi. Tapi ngga apa-apa. Setahun sekali ini. Yang penting makanan model begitu cukup efektif mengatasi mual dan enek selama perjalanan.
4. Lagu-lagu di MP3.
Tanpa musik, perjalanan ngga bakalan seru!
5. Bantal.
Pilih yang ‘derajat keempukannya’ paling disukai anak. Diberi sarung yang adem dan wangi.
6. Tissue basah dan kering.
7. Baju ganti.
Namanya juga anak-anak. Kalaupun ngga keringatan atau terkena muntah, minumnya kan suka berceceran.
8. ASI yang cukup.
Sebelum mudik, ibu harus makan-makanan yang bisa memperlancar ASI. Banyak minum juga. Enak kan pakai ASI. Ngga beribet seperti harus bawa susu di dot.
9. Diaper ganti.
Plus baby wipesnya. Siapa tau bayi ‘ngebom’ di jalan. Harus cepat-cepat diganti. Biar ngga iritasi kulit halusnya.
Recommended to do:
1. Mudiklah ketika kesehatan anak dalam kondisi prima. Makanya sebelum mudik, kesehatan anak harus benar-benar dijaga.
2. Pergi saat jam tidur anak-anak. Misalnya malam hari, atau pas jam anak-anak tidur siang. Biar selama perjalanan mereka tertidur.
3. Pilih waktu yang kira-kira jalanan tidak begitu parah macetnya.
4. Pakai mobil ber-AC.
Kalau tidak memungkinkan, perginya malam atau dini hari aja. Kasian anak-anak kalau harus sampai kegerahan dan rewel. Minimal sirkulasi udara lancar. Tapi jendela jangan dibuka terlalu lebar. Angin dan debu dari luar bisa bikin batuk.
5. Sering berhenti. Untuk menghindari kejenuhan dan mabuk perjalanan. Bagusnya di tempat-tempat yang berhawa sejuk dan berpemandangan indah. Sekaligus memperkaya pengalaman anak. Di mesjid juga oke banget.
6. Bikin permainan, bercerita atau nge-jokes.
Sekali lagi, ini untuk membuat anak tetap stay tune di perjalanan. Misalnya main tebak-tebakan atau sedikit bodor garing ![]()
7. Selalu mewanti-wanti dan mengontrol kalau anak-anak tiba-tiba membuka pintu atau jendela mobil. Ini berlaku untuk mobil yang ngga ada fasilitas central-locknya.
8. Sering bertanya: mau pipis? mau muntah? pusing ngga? Biasanya anak-anak suka bikin kejutan super soalnya…
9. Setengah jam sebelum pergi, anak dikasih ‘obat anti mabok’. Hihi… Kalau saya sih sebenarnya jarang banget kasih ini. Suka lupa. Tapi kalau poin-poin diatas dipraktekkan, selama ini perjalanan aman-aman saja ![]()
10. Mobil dan sopir dalam keadaan prima. Jangan sampai mogok, ban copot, kopling macet, sopir ngantuk dll. Tips-tips tentang kendaraan dan tetek bengeknya, silakan search di google…
Apa lagi ya?
Selamat mudik aja deh. Semoga selamat sampai kampung halaman. Jangan lupa oleh-olehnya!








This post has 18 comments
September 27th, 2008
syukurlah ku blon punya baby
kalo gak bakal repot dah , sekarang masih sendiri so bisa berjejal bertumpuk tumpuk ma pemudik lain. Ntar kalo ada uang bu beli jet pribadi ajah
bole kan sesekali diriku minjem
September 27th, 2008
Moga2 tahun depan mudik pake mobil pribadi
September 27th, 2008
Tips nya lengkap dan ibu banget.., mantaff2..
September 27th, 2008
keknya postingan ini mulai serius nih, ada ‘roh’nya bahkan sedikit bertaring……., ketika memutuskan untuk tetap exis sebagai blogger, memang sebuah keputusan yang berat, mengatur waktu adalah kendala paling utama….., tetapi ketika kita ingat dunia blogging adalah sebuah dunia yang lain, dikata serius bisa, dikaya nyante lebih bisa lagi!
Mudik ga sih?
September 27th, 2008
komennya koq OOT ya, mungkin ini nyambung nih…, tenkiyu pedarannya yang sangat bermanfaat…, dicopas ah Tools on the trip-nya… apalagi Recommended to do-nya penting bangeeeeetttt
September 27th, 2008
tipsnya oke bin lucu abiszzz
September 28th, 2008
masih jombo n belum punya anak..
nie malah udah nyampek rumah, btw tipsnya berguna bgt buat yang belum pada mudik.. met lebaran mbak, maaf lahir dan bathin
September 28th, 2008
Hmmm…. kalau ‘dimanja’ memakai AC segala rupa sepertinya nggak begitu perlu deh…. soalnya banyak anak2 juga yang ternyata survive tanpa AC dan sebagainya. Apalagi zaman saya dulu, mobil ber-AC masih menjadi barang mewah di Indonesia tahun 1970an. Tapi toh sewaktu mudik saya dulu bisa beradaptasi dengan baik. Malah anak saya, tidak terlalu saya biasakan dengan AC, karena memang kurang sehat walaupun dapat memberi ‘kenyamanan sesaat’…..
September 29th, 2008
Betul juga….. tapi jikalau udara bersih usahakan tidak pakai AC, karena tidak selamanya juga lebih sehat dari udara luar, karena sirkulasi udara yang memakai AC tidak terlalu lancar dan juga suhu AC yang sejuk menyebabkan beberapa bakteri tumbuh subur di dalam ruangan ber-AC. Kalau udara di luar cukup bersih (asap knalpot dari beberapa kendaraan yang tidak terlalu polutif masih jauh lebih baik dibandingkan asap segelintir rokok, atau CO yang kita hirup dari asap kendaraan kita sendiri dan kendaraan tetangga2 kita di lingkungan kita), natural air is better than the canned air….
September 29th, 2008
wah… sedikit kesalahan:
Di sana tertulis:
….karena tidak selamanya juga lebih sehat dari udara luar…..
seharusnya:
…. karena tidak selamanya juga AC lebih sehat dari udara luar……
September 30th, 2008
Bu, kalo pas anaknya kurang enak badan, suruh pak Rizky bawa ke dokter utk periksa..
*ngacir sambil nutup mulut.nahan ketawa….*
May 19th, 2012
mantab tips mudiknya, bisa disimpan nih, buat bahan referensi dan pertimbangan kalau mau mudik
May 23rd, 2012
nice post, bisa berguna untuk mudik ama keluarga tipsnya. makasih atas informasi dan artikel ini
June 30th, 2012
thanks tipsnya mba
December 27th, 2012
makasih tipsnya….kayannya udah lama banget nih blog di tinggal pemiliknya
February 18th, 2013
Ya betul itu kasian kalau harus mudik bejejalan dengan penumpang lain jika memiliki anak. Solusinya bagi yang belum memiliki mobil ya memang salah satunya pinjam. Solusi lain mungkin membeli mobil bekas, karena harga lebih terjangkau kantong
March 5th, 2013
Memang kalau mudik sendiri sih gpp deh harus berdesakan or cape karena maksa naik motor, tapi kalau sudah punya anak, ya mau ga mau harus pakai mobil, entah itu pinjam ataupun sewa mobil. Ya syukur2 kalau yang sudah punya mobil.
May 9th, 2013
tips yang menarik, , ,
sangat berguna bagi orang2 perantauan seperti saya, , ,