Posted by Ratna in you need to know on 28-09-2008
Mudik atau perjalanan menuju kampung halaman, identik dengan kemacetan. Perjalanan jauh yang dibumbui kemacetan tentu sangat tidak menyenangkan. Agar mudik tidak terjebak macet, terutama untuk yang bawa kendaraan sendiri, ini ada sedikit taktik, strategi atau apalah…hehe…
Intinya, ikhtiar tambahan agar perjalanan lebih efisien
Sebelum memutuskan pergi mudik jam berapa dan hari apa, ada baiknya sering-sering nonton TV. Stasiun TV sekarang seakan saling berlomba menyuguhkan laporan arus mudik hampir di setiap sudut jalur mudik. Tapi, nonton TV sepertinya kurang praktis ya. Harus nongkrong depan TV dan laporannya pun tidak update setiap saat. Read the rest of this entry »
Posted by Ratna in Intermezzo on 28-09-2008
Ghina, teman bermain Abil bertanya pada saya; “Tante, Abil udah dibeliin baju lebaran belum?”
Sejenak saya tertegun. Baju lebaran?
Tak lama saya bertanya balik: “Baju lebaran buat apa ya?”
Ghina, anak kelas 4 SD itu hanya mesem-mesem. Malah Abil yang nyerobot, “Ma, Abil mau baju lebaran…” Read the rest of this entry »
Saat masih single, mudik sampai berjejal-jejal dan ‘ditumpuk’ dengan pemudik lain di dalam kendaraan, saya sih hayu aja. Tapi kalau bawa anak? Oh, no… no.. no!!!
Makanya, sebelum punya kendaraan sendiri pun, saya dan suami sampai pinjem mobil buat mudik. Kalau ngga begitu, mendingan ngga mudik aja. Paling kalau sampai ngga mudik, kami dijemput orangtua kami biar bisa pulang ke kampung halaman
Dulu gitu loh…
O, ya. Ini persiapan dan perlengkapan mudik kalau bawa anak-anak. Read the rest of this entry »
Posted by Ratna in blogging on 22-09-2008
Pagi tadi dapat comment OOT dari spydeeyk. Setelah di follow, ehhh… malah dapat kerjaan. Saya sih seneng-senang aja ada PR model begini. Biar tambah saling mengenal sesama blogger di bumi nusantara ini. Hihi…
Langsung aja… Ini dia ten random facts/habits about Ratna:
1. Ibu-ibu, beranak tiga.
Jadi, jangan sampai ada yang bilang lagi di shout-box: “Hei gadis… Kenalan dong!” atau: “Tukeran link yuk, Mas!” Wohahahah…. Saya bukan gadis lagi apalagi Mas-mas. Saya Mak-mak
It’s the fact. Silakan lihat lagi tentang saya disini atau disini.
2. Wanita paling beruntung di dunia
Tiap hari dikuntit dan dikerubutin empat lelaki ganteng, tampan dan gagah. Diperebutkan agar dapat tidur sekasur oleh keempatnya
Read the rest of this entry »
Kemarin saya menelpon seorang sahabat di luar kota. Sekedar melepas kangen. Tapi sahabat saya itu seperti sedang sangat sibuk dan langsung minta maaf tidak bisa menerima telpon saat itu lalu berjanji malamnya dia telpon balik saya. Namun baru besoknya (tadi) pagi-pagi sekali dia baru telpon dan bilang kalau minggu ini lagi repot banget karena pembantunya pulang kampung. So telpon saya kemarin di ‘reject’.

Jadi ingat, sehabis lebaran idul fitri tahun kemarin saya YM-an dengan teman yang lain, ibu-ibu juga. Dia curhat, katanya terkena lebaran fever. Badannya pegel-pegel semua. Saya kira dia kecapean sehabis mengunjungi dan salam-salaman dengan sanak-saudara dan kerabat. Ternyata: “2 minggu gue jadi Upik Abu. Gilee…cape banget. Kerjaan ngga abis-abis. Pembantu gue mudik semua…” Walah…
Memang bukan sekali dua kali saja saya ‘menemukan’ teman yang kewalahan ketika pembantu atau baby sitternya tidak ada. Read the rest of this entry »
Saat ini di media massa, terutama televisi, gencar sekali iklan susu untuk anak. Baik susu formula maupun susu pertumbuhan. Mereka mengklaim masing-masing produknya adalah yang terbaik. Mengandung zat gizi yang lebih lengkap, yang sangat menunjang kecerdasan. Ibu mana yang tidak ngiler mendapat iming-iming anaknya bakalan cerdas dengan minum susu (tertentu)?
Dulu saya pun begitu. Waktu anak pertama saya berumur 2 tahun dan baru lepas ASI. Saya berdiri di depan barisan susu yang dijual di supermarket. Saya jajarkan kotak-kotak susu pertumbuhan itu dengan bagian samping (yang ada net AKGnya) menghadap saya. Lalu saya bandingkan satu per satu persentase Angka Kecukupan Gizinya.
Setelah beberapa saat, kesimpulannya: saya beli susu bubuk dengan harga termurah saja.
Read the rest of this entry »
Setelah terbengkalai dan diumpetin maintenance mode berhari-hari, ratnarespati dot com hari ini mulai publish lagi.
Gara-gara kualat keseringan gonta-ganti themes, sidebar-nya berantakan. Akhirnya saya umpetin aja blog ini. Habis malu. Ancur banget! Soalnya jangankan berbenah widget, waktu buat online saja sempiiiit sekali. Maklum, anak bontot saya udah mulai merangkak. Maunya dilepas begitu saja di lantai. Jadi mau ngga mau harus diliatin banget. Kalo ngga, jidat mungilnya bisa benjol kepentok-pentok.
Mohon maaf buat para shouter di shout box, dan para komentator … saya sering telat atau bahkan pura-pura lupa balas komennya. Ya… beginilah memang emak-emak yang sedang dinas. Susah diinterupsi walau cuma sekedar menengok
Posted by Ratna in Intermezzo on 08-09-2008
Abil sudah kelas satu SD sekarang. Sudah bisa menulis huruf sambung dan lancar membaca.
Bangun kurang lebih jam lima pagi. Terus mandi. Kadang shalat shubuh, kadang ngga. Masih belum memahami dan menyenangi shalat, memang. Kalau air hangatnya belum siap, Abil nonton kartun di TV sambil sarapan. Sarapan kesukaannya cereal rasa coklat. Kalau menunya nasi, Abil selalu cemberut dan minta diganti mi. Mi apa ajalah, katanya. Mi goreng mau, mi instant hayu, mi tektek okeh. Kadang saya kabulkan, kadang ngga. Tergantung mood ibunya dong
Read the rest of this entry »