Play dough atau play-doh, istilah populer jaman sekarang. Dulu saya suka pakai istilah malam atau plastisin. Kadang ada orang yang menyebutnya lilin mainan, karena bahan untuk membuatnya mungkin sama dengan bahan dasar membuat lilin/ parafin. Tapi kurang nyaman dipakai karena bikin tangan jadi berminyak.
Menyenangkan sekali bermain dengan play dough. Bisa membuat aneka bentuk semau kita. Dulu saya pernah memakai tanah liat sebagai media. Setelah dibentuk, lalu dijemur hingga kering. Dari mulai bentuk standar: asbak, sampai bikin patung pocong
Murah (gratis malah…) tapi tidak meriah. Selain warnanya yang cuma satu macam (ngga asik lagi warnanya), juga tidak dijamin bebas kuman.
Sekarang, saya sudah punya resep membuat play dough yang aman buat dimainkan. Saya dapatkan resepnya dari buku Creative Child karya Dr.Dorothy Einon. Anak-anak saya suka sekali, karena adonannya tidak lengket apalagi berminyak seperti yang kebanyakan dijual di pasaran. Terus, warnanya menarik sekali…dan ada wangi makanannya. Karena saya pakai pewarna makanan dalam bentuk essence atau pasta.
Buatnya gampang sekali:
2 cup tepung terigu
1 cup garam halus
2 sdt minyak goreng
1 cup air
aneka pewarna makanan
Semua bahan dicampur rata. Boleh pakai tangan, pakai food processor juga OK. Lalu dihangatkan dalam panci besar (atau oven sebelah bawah) sampai diperoleh gumpalan yang lunak. Bisa juga adonannya tidak pakai minyak atau tidak dipanaskan. Tapi adonannya kurang halus. Kalau adonan dirasa kurang lembut, bisa ditambahkan minyak lagi.
Bagi adonan menjadi beberapa bagian. Warnai sesuai selera. Campur sampai rata. Kalau saya suka pakai pasta strawberi untuk warna merah, pasta durian untuk kuning, pandan untuk hijau, jeruk untuk warna jingga dan pasta moka untuk warna coklat. Wanginya…hmm…menggugah selera. Tapi hati-hati kalau tergoda untuk mencicipi. Sebab rasanya: asin buangedh!!!






0 users responded to this post
1 Pingback & Trackback On This Post
Leave Your Comments Below