Bukan karena latah gara-gara kasus Ryan yang gay/ homoseksual itu. Tapi gara-gara mendapat berita mengejutkan dari salah seorang balad saya semasa kuliah dulu. Teman laki-laki yang akrab sekali dengan saya. Teman becanda, teman gokil-gokilan, teman ke mesjid, teman ke kantin, teman diskusi… Kalau dibilang sahabat sih mungkin ngga, ya. Karena kami tidak pernah saling curhat masalah pribadi. Tapi kalau soal hepi-hepi, hayyuuu…
Dia anak yang rajin, ulet, library-mania, IPK hunter. Rajin shalat. Hobi kuliner. Banyak teman, dari semua kalangan. Banyak yang menyukainya karena sifat ramah dan periangnya.
OOops…sudah. Takut terlalu membuka identitas.
Ternyata, teman saya itu mengaku sebagai gay alias kaum homoseksual. Bahkan dia ingin terbang ke Eropa agar bisa melakukan perkawinan sesama jenis disana. Astaghfirullahal’adzhiim…
Kaget dan terkejut, pasti. Sebab,si Mr.X ini dulu pernah pacaran sama sahabat saya. Normal. Dan beberapa kali sering menunjukkan kekagumannya kepada sosok wanita cantik dan ideal. Benar-benar tidak menyangka. Apalagi shalat lima waktu, dia tidak pernah ketinggalan. Penasaran, saya kepingin tahu alasan mengapa dia bisa berubah orientasi seksualnya. Kebetulan saya menemukan sedikit tulisan hasil googling:
Latar belakang Seseorang menjadi Homoseksual
Terdapat 4 alasan dasar mengapa seorang heteroseksual bisa menjadi homoseksual. tetapi alasan paling dasar bahwa sebenarnya kemungkinan seorang heteroseksual menjadi peminat sesama adalah sebesar 50% ini menurut psikologi kejiwaan.
Sedangkan 4 alasan lainnya adalah.
1. Faktor Biologis. Faktor ini adalah faktor yang berhubungan dengan sifat genetika yakni gen. Terdapat kesalah sususan asam-basa yang bersangkutan dengan sifat menyukai lawan jenisnya. Seorang gay yang terbentuk dari faktor ini adalah gay murni dan sulit untuk diubah bahkan dapat dikatakan mustahil.
Contoh konkret adalah ada dua orang lelaki kembar yang nyatanya adalah gay. Padahal menurut keturunan tak ada satupun anggota keluarga atau dalam silsilah keturunan mereka yang gay. Setelah diteliti ternyata kesalahan terjadi pada letak susunan asam-basa dari gen mereka.
2. Faktor Psychodynamic, seorang gay terbentuk dari pengalaman atau tindakan2 yang dapat merubahnya menjadi seorang gay. Contoh :
Seorang lelaki normal dari kecil hingga dewasa, dia menjalani hidupnya seperti lelaki normal lainnya tetapi, pada suatu ketika dia menyukai seorang gadis. Cinta mati, segala sesuatu dikorbankan untuk sigadis, apapun itu tanpa terkecuali. Dan ternyata si gadis mengkhianati sidia, menghancurkan hatinya dan mencampakkannya sehingga terbentuk pemikiran dasar didalam bawah sadarnya dan kesadarannya bahwa mahluk yang bernama wanita itu adalah mahluk yang merusak dan tidak layak untuk dicintai.
Contoh 2 :
Seorang lelaki normal, ketika kecil dia sering dijadikan objek seksual oleh orang lain (sesama jenis/ Sodomi). Pada awal pertama dia menentang, kedua kali dia merasakan, dan ketiga kali dia terbiasa dan lama kelamaan dia ketagihan dan tak bisa berubah.
3. Faktor Lingkungan.
Seorang normal yang tinggal di lingkungan macam demikian pasti akan terpengaruh dan berubah menjadi seperti orang2 yang hidup dilingkungan tersebut. Lingkungan mempengaruhi pribadi dan sikap orang lain.
4. Faktor Sosio-kultural
Ada suatu daerah dengan suku tertentu yang mengharuskan dia untuk melakukan hubungan seks sejenis dan ini merupakan peraturan dari suku tersebut contohnya di daerah Amazon.
(to be continued)






Wah, info bagus neh, aku baru tau kalo lelaki normal pun bisa jadi homo, ngeri dengernya, moga aja aku selalu normal aja xixixix, (soalnya aku doyan cewek lo hehehe
)salam kenal yah