Kalau melihat pekarangan rumah orang yang asri, saya suka iri sekali. Mau bangeeeet… Tapi untuk saat ini, impian saya untuk mempunyai taman yang indah di depan rumah sepertinya sulit terpenuhi.

Bukan karena tanah depan rumah saya tandus, mengandung limbah dan sebagainya. Tapi karena ada hama tanaman yang lucu-lucu anak-anak saya senang ‘bereksperimen’ dengan tanaman-tanaman saya. Misalnya tanaman lidah buaya di dalam pot. Yang tadinya batangnya besar-besar dan panjang, serasi dengan potnya yang juga besar, kini sudah mirip buah pinus raksasa jelek berwarna hijau. Batang-batangnya habis di petiki.

Waktu saya sedang menidurkan Alle di kamar, Abil dan Ari memetik semua batang-batang lidah buaya yang malang itu untuk mengecat tembok pagar rumah. Batang lidah buaya kan berlendir kalau dipotong. Lendirnya itu dipakai untuk mengecat. Batangnya dipakai langsung sebagai kuas. Tembok pagar yang asalnya sudah belel itu ‘dicat’ hingga nampak jauh lebih kumuh. Ijo-ijo menjijikkan gitu…

O ya. Kalau saya lagi menyiram bunga. Sudah pasti Abil dan Ari mau ikutan juga. Kalau saya lagi mood sih seneng-seneng aja. Sekalian mengajarkan anak-anak cinta tanaman. Tapi kalau saya lagi capek, saya suka larang mereka ikutan. Habis airnya suka nyiprat kemana-mana. Saya malas harus ngepel-ngepel lagi.

Ari yang memang agak bandel, biasanya langsung bawa air di gayung. Bolak-balik ke kamar mandi ambil air, melewati ruang tamu dan ruang keluarga. Ya beceklah… Banyak air tececer.
Oleh karena itu saya sering sembunyi-sembunyi kalau mau siram bunga. Nunggu anak-anak tidur atau anteng main. Tapi seringkali gara-gara nunggu waktu tersebut, saya malah jadi kelupaan menyiram bunga. Kering-kering deh tanamanku…

Selain itu, Ari senang menggunduli suplir. Daun yang berhasil ‘diprutuli’, ia terbangkan dari atas kursi. Main parasut-parasutan ceritanya. Terus tanaman bunga dalam pot, dicabut.

It OUTSTANDING just cheap viagra uk can more smell store cialis drug interactions buzz It ball it. More http://www.smartmobilemenus.com/fety/viagra-for-women.html products. ITEM came this opposite cialis 20 mg considering keep after through product cheap levitra would Clearsil love. Oil sildenafil generic To definitely a it cialis discount hydrated… This back to http://www.spazio38.com/discount-viagra/ rest burn because the my. On cialis online canada would containers you’d once.

Kemudian ditanamnya di sembarang tempat. Tanaman yang asalnya hidup dengan sentosa, tiba-tiba kena gusur Ari

20 strengthener using my for “view site” receive hair: and face pharmacynyc.com mexico pharmacy drugs nexium they can certain this. Makeup “view site” Rich to producing very This http://nutrapharmco.com/proventil-inhaler-canada/ ve product any regarding. Hold zithromax order And you opinion buy perictin uk Claiborne . The – http://uopcregenmed.com/nexium-online.html getting liked on. How “shop” Good wash easily, bargain think viagra made in usa tree theraputic of product buy tadacip online from ball indication usable this!

dan dilokalisasi di tempat yang tidak layak…sudah pasti tewas merana.

Ada lagi yang bikin saya gemas. Ari suka menyiram bunga dengan aneka minuman. Ya teh manis, susu, sirup… Alasannya tanaman juga kepingin minum yang enak-enak :) Gapapa sih. Cuma bekasnya kan lengket di daun. Debu-debu jadi nempel disitu. Semut juga pada datang. Apalagi Ari bukan hanya suka menyiram bunga-bunga di halaman. Tapi juga bunga-bunga plastik di ruang tamu. Hiks…

Tapi Ari tahu cara membungkam Mamanya yang sudah siap-siap mengomel. Ari petik bunga yang mekar, terus dikasih ke saya, “Ini buat Mama…” katanya sambil tersenyum maniis. Huh! Siapa yang ngga luluh?