Acara TV Yang Aman Untuk Anak (1)

Juli 29th, 2008

Sebenarnya keluarga saya amat sangat jarang menonton TV. Anak-anak lebih senang bermain, saya sibuk bikin sambel dengan pekerjaan di rumah, suami pun kalau pulang ke rumah langsung memburu tempat tidur atau ikut bermain dengan anak-anak.

Tapi dalam keadaan tertentu, saya kadang tergantung juga dengan televisi. Setidaknya bisa ‘mengasuh’ anak-anak saya sejenak jika saya sedang kebelet ada suatu keperluan. Namun sayangnya, saya tidak bisa menitipkan anak-anak saya sembarang waktu pada televisi. Sebab acara TV yang aman untuk ditonton anak-anak juga tidak setiap waktu ada. Maklum masih pakai channel lokal. Belum pakai TV kabel.

Saya yang jarang nonton TV, hanya punya sedikit rekomendasi acara TV yang aman ditonton anak- anak. Maaf ya, untuk stasiun TV yang ngga kesebut…

Trans-7
Hari Senin-Jum’at. Mulai pukul 12.30-14.30 WIB. Mulai dari Si Bolang Bocah Petualang, Laptop Si Unyil, Jalan Sesama, sampai Cita-citaku.

Global TV
Setiap hari. Jam 05.00 Go Diego Go! jam 08.00-09.00 Dora The Explorer dan Blue’s Clues.

RCTI
Doraemon. Ngga tau jadwal tayangnya. Ini film kartun kesayangan saya sejak SMP.

Meski tayangannya aman dan cukup berkualitas (bernilai edukatif), tapi saya tidak berani 100% membiarkan anak-anak saya menonton sendiri tanpa didampingi. Sebab pada saat break iklan, banyak bermunculan iklan yang tidak lulus sensor versi saya. Misalnya iklan sinetron yang mencuplik adegan-adegan mesra cenderung mesum, adegan kekerasan dan kata-kata kasar. Mau tak mau saya banyak ngobrol tentang iklan dengan anak-anak saya.

Ketika di TV ada cuplikan sinetron yang tokoh-tokohnya berbicara kasar dan saling membentak. Saya suka buka diskusi dengan bertanya, “Kalau berbicara seperti orang itu, baik ngga ya?” Biasanya kalau lagi mood, anak-anak langsung menjawab antusias.
Atau ketika ada iklan produk perawatan tubuh. Dimana sang model berpakaian sangat minim, berjalan memamerkan keindahan tubuhnya di keramaian. Kalau saya sih jengah liatnya… Makanya saya tanya anak, “Kalau Mama pake baju kayak gitu, boleh ngga?”
Untung aja ngga ada yang jawab, “Boleh aja… Why not?” atau “Jangan! Ngga akan sebagus model iklan itu!”
Tapi Abil langsung menjawab, “Jangan! Malu. Kalau keluar rumah Mama harus pakai kerudung…” (Jilbab maksudnya…)
Ari menimpali, “Tidak boleh! Nanti Mamanya kedinginan. Kan bajunya sedikit…” (Maksudnya bajunya minim)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in TV program, daily activity, parenting | Comments (3)

3 Responses to “Acara TV Yang Aman Untuk Anak (1)”

  1. edratna Says:

    Hmm sebaiknya memang mendampingi anak saat nonton TV, supaya bisa menjelaskan jika mereka melihat adegan tertentu yang bisa membuat bingung anak. Kenapa nggak disediakan bacaan?

    Saya dulu memberondong anak dengan bacaan, namun ternyata bacaan yang menurut saya baru seminggu habis, bisa selesai dibaca oleh anak saya hanya dua hari,….terus dia main….akhirnya saya lalu membeli organ, kemudian piano…dan anak-anak saya les kan piano. Jika senggang, ayah main gitar, anak-anak main organ dan piano, serta menyanyi….rumah jadi meriah. Anak saya mulai les piano umur 4 tahun, kakinya pun belum sampai pedal..
    Sebelum itu rumah saya penuh coretan, barang disisihkan dipinggir, dan rumah jadi taman bacaan dan arena menggambar. Akibatnya sampai sekarang saya tak tahu acara TV, karena jarang nonton…TV di rumahpun masih TV jadul….

    Wah, senang sekali Bu, anak-anaknya kutu buku semua. Saya juga berharap anak-anak saya begitu. Makanya saya usahakan memberi rangsangan dengan memberi aneka buku anak kepada anak-anak saya. Tapi mereka belum tahap ‘jadi kutu’ baru sekedar melihat-lihat dan minta dibacakan. Tapi kebanyakan sih merusaknya :)
    Terima kasih Bu, sharingnya :)

  2. Yari NK Says:

    Sebaiknya orang tua mendampingi anak2nya sewaktu menonton sebisa mungkin. Tidak semua adegan2 kartun baik untuk ditiru, termasuk mungkin Doraemon yang mengajarkan anak untuk malas… hehehe….

    Tapi di situlah peran orang tua, sesuatu yang tidak pantas dilihat anak2 dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi anak2 jikalau orangtua dapat menjelaskan dengan bijak dan dengan bahasa yang menarik bagi anak2 bahwa malas itu tidak baik dan pasti akhirnya akan berakibat tidak baik bagi si pemalas itu. Itu salah satu contohnya….. :)

    Betul Pak, memang harus didampingi. Untuk film Doraemon, saya justru terbantu oleh berbagai karakter anak-anak di dalamnya. Nobita si pemalas dan serampangan, Giant yang sok jagoan dan penindas teman-temannya yang lemah, Suneo yang pelit dan suka pamer, Shizuka yang rajin, Dekisugi yang pintar, ibunya Giant yang suka KDRT, ibunya Shizuka yang lembut… Saya jadi bisa lebih mudah memberi contoh jika anak berbuat hal-hal negatif (seperti pelit, malas, galak, dsb) akan ada akibatnya.

  3. doni Says:

    beberapa waktu lalu saya melihat acara tentang internet gratis yang memakai kuali dan plasdisk tolong berikan informasi jelas

Leave a Reply