Baca juga:
Bayi Dalam Perut
Kid’s Question About a Birth
Talking To Kids About Sex

Beberapa hari lalu kami sekeluarga mengunjungi rumah kakek-neneknya anak-anak.
Setiba disana, biasa lah… Anak-anak langsung explore ke seluruh penjuru rumah. Sampai menemukan buku anatomi full-color milik Mr.Papih jaman kuliah dulu: Sobotta. Abil yang paling curious. Sejak dulu Abil memang senang melihat-lihat gambar anatomi tubuh di buku ensiklopedianya. Termasuk perjalanan makanan dari mulai masuk mulut, sampai keluar dari anus. Bukunya langsung dibawa ke ruang keluarga.

“Mak, boleh ngga Abil baca buku ini?” Tanpa pikir panjang Emaknya saya langsung mengijinkan. Karena seingat saya, buku yang Abil pegang cuma buku anatomi yang memvisualisasikan secara detail bagian-bagian dalam tubuh. Seperti tulang yang dipotong melintang, bagian-bagian jantung, susunan pembuluh darah, dan lain-lain.

Ternyata eh ternyata…halaman pertama yang Abil buka adalah gambar utuh wanita dan laki-laki dewasa yang telanjang bulat. Waks! Saya lupa. Halaman awal buku itu memperlihatkan anatomi bagian luar tubuh manusia.

Ekspresi Abil: “Waahahaha… Kok gini sih? Hahahah… Ari! Ari! Sini! Lihat ini!”
Aduh, Abil sampai kegirangan gitu… Menemukan hal baru yang baginya terasa ajaib. Matanya berbinar-binar seperti bajak laut yang menemukan harta karun.

Terus terang saya agak panik saat itu. Mengingat mertua saya, kakek Abil, adalah seorang yang religius. Saya takut disalahkan, karena memperlihatkan gambar aurat yang super auratnya laki-laki dan perempuan dewasa. Kepada anak-anak pula.

Dalam kekalutan saya mencoba bersikap setenang mungkin dan bilang sama Abil, “Abil, lihatnya nanti aja ya, kalau Ari udah tidur. Kalau Ari lihat takut bukunya rusak. Kan Ari suka sembarangan kalau buka-buka buku…”
Hihi…untung bujukan saya berhasil. Meski rona kecewa terlihat jelas di wajah Abil.

Tentang ayah mertua sendiri, ternyata saya salah besar. Beliau ternyata tidak punya pikiran sempit seperti yang saya kira. Beliau malah mendorong saya untuk memberikan penjelasan yang memuaskan bagi Abil. Bagaimana manusia tumbuh. Mengapa ada perbedaan pada tubuh seseorang ketika beranjak dewasa. Bagaimana anak menganggap sex sebagai hal yang wajar, bukan hal yang ditabukan.

Wah, Papah. Terima kasih wejangannya. Alhamdulilah, saya diberiNya mertua yang berpikiran terbuka dan bijaksana.