Archive for Juni, 2008

Hari ini Abil tumben mau membaca sendiri buku ensiklopedianya. Keras-keras lagi bacanya. Terus mau dilanjutkan dengan menulis. Saya yang mendiktekan kata-katanya. Tapi tidak happy ending. Soalnya Abil dan mamanya ini saling keukeuh merasa di pihak paling benar :)

Seperti misalnya, menulis angka 2 ke dalam huruf, Abil menulis ‘DUWA’. Menulis ‘bayi’, meski sudah diberi pengertian, tetap saja nulis ‘bai’ lagi ‘bai’ lagi.

Belum lagi protesnya, “Kenapa ‘gim’ ditulis ‘game’?”
Terus…

“Kenapa ditulis ‘je-el titik’, ngga ‘jalan’ aja? Bikin susah!”

“Abil juga, kenapa ‘nabiyel’ bukan ‘nabil’?” (maksudnya, ejaan nama Abil mengapa ditulis ‘nabiel’)

“Ini telor…kok nulisnya telur?”

:( PR lagi nih…

Tags: ,

Ratna Juni 27th, 2008      10 Comments »

Sejak pertama kali ngeblog, urusan memilih theme blog bagi saya cukup penting. Setelah content, blog yang eye-catchy dan nyaman dilihat membuat saya selalu ingin kembali ke blog yang bersangkutan.

Pun sekarang, saya masih belum menemukan theme yang ‘klik’ dengan selera saya. Tentunya harus ‘klik’ juga dengan niche blog saya. Pernah pakai theme Baby Blogging, Dsanctuary, Ticktocktack, Prosense, dan kini Fantasy. Semuanya hanya saya sukai sesaat. Selebihnya selalu terasa ada kekurangan.Entah dari widgetnya yang tidak lengkap, loadingnya yang berat, sampai design yang terlalu sederhana.

Theme (Fantasy) yang sekarang sedang saya pakai juga rasanya hanya cocok buat blognya Robin Hood, kisah putri yang dikurung di dalam kastil, Xena The Princess Warrrior atau cerita-cerita jaman kerajaan lainnya.

Tapi untuk sementara, saya nikmati dulu saja ’si jaman kegelapan’. Belum siap pusing lagi. Harus ngubek-ngubek mencari theme yang cocok. Belum lagi kalau ada kendala template yang harus diedit. Pakai php atau div -div-an gitu. Malu nanti harus nanya Gie melulu…

Tags: , , , , , , , ,

Ratna Juni 27th, 2008      12 Comments »

Saat hamil Alle, beberapa kali saya terkena serangan asma. Memang waktu itu sedang musim cuaca dingin. Jadi alergi saya datang. Kebetulan pula saya lagi terserang batuk berdahak. Wow. Menyiksa sekali. Apalagi ditambah faktor psikologis, takut janin saya kenapa-kenapa gara-gara saya kena asma. Tambah parah aja deh kondisi saya.

Bagaimana tidak jadi pikiran. Setelah baca-baca buku dan googling kesana-kemari, ternyata asma cukup beresiko buat ibu hamil. Ketika terjadi serangan, penyakit ini menyebabkan diameter jalan napas menjadi kecil karena timbulnya kontraksi, dan juga menyebabkan produksi lendir berlebih. Akibat penyempitan saluran napas ini, udara masuk dan keluar menjadi tidak lancar, sehingga janin kekurangan oksigen. Kekurangan oksigen yang berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang janin. Misalnya, berat badan janin kecil (abnormal).

Duh. Mana kalau minum obat, saya takut bayi saya ‘keracunan’. Meski dokter bilang obatnya aman buat ibu hamil, tetap saja saya kuatir. Saya memang menghindari sekali medicine kalau ngga perlu-perlu amat. Akhirnya saya pilih spray berjudul ‘ventolin inhaler’ (lagi…)

Tags: , , , ,

Ratna Juni 24th, 2008      10 Comments »

Kalau ditanya bagian tubuh apa yang paling bikin saya kurang percaya diri…jawabannya pasti: gigi! Memang. Gigi saya jelek kurang bagus dipandang mata. Sejak tumbuh gigi tetap, gigi saya tidak putih seperti punya teman-teman. Bahkan terkadang saya diledekin teman katanya saya tidak pernah gosok gigi. Wah, sedih sekali saya. Padahal saya rajin gosok gigi lho. Untungnya mulut saya ngga pernah bau. Kecuali kalau puasa kali ya?

Berdasarkan penjelasan dokter gigi saya waktu kecil, gigi saya kusam karena pengaruh pemberian obat-obatan yang terjadi saat masa perbenihan gigi. Kondisi ini dikenal dengan istilah tetrasiklin staining (lagi…)

Tags: , , ,

Ratna Juni 24th, 2008      5 Comments »

Related Posts:

Kid’s Question About A Birth

Bayi Di Dalam Perut

Overview
The “birds and the bees” talk is one that parents often put off as long as possible. But learning about sexuality is a normal part of child development, and answering your child’s questions in an honest, age-appropriate way is the best strategy. Read on for tips on what to say, and when.

What kids can understand, age by age
Ages 2 to 3: The right words for private body parts, such as “penis” and “vagina”

Ages 3 to 4: Where a baby comes from. But they won’t understand all the details of reproduction — so a simple “Mom has a uterus inside her tummy, where you lived until you were big enough to be born” is fine.

Ages 4 to 5: How a baby is born. Stick with the literal response: “When you were ready to be born, the uterus pushed you out through Mommy’s vagina.”

Ages 5 to 6: A general idea of how babies are made. (”Mom and Dad made you.”) Or if your child demands more details: “A tiny cell inside Dad called a sperm joined together with a tiny cell inside Mom called an egg.” (lagi…)

Tags: , , , , , ,

Ratna Juni 22nd, 2008      2 Comments »

Banyak teman-teman saya sesama ibu-ibu mengeluhkan badannya yang susah kembali ke bentuk semula setelah melahirkan. Yang dulunya sangat berbangga hati karena mempunyai badan langsing bak peragawati, sekarang harus puas dengan badan melar dan timbunan lemak sana-sini. Ada yang dulunya jadi ‘kembang kampus’ sekarang harus cukup puas kembang kempis dengan wajah dan badan yang sudah sangat ’style ibu-ibu’.

Namun tidak semua teman-teman saya ‘jadi jelek’ setelah punya anak. Bahkan ada beberapa justru malah terlihat lebih ‘kinclong’ setelah melahirkan dan punya beberapa anak. Contohnya saya. Hehe. Narsis. Ya, iyalah. Wong masa lalu saya ngga pernah kenal bedak, hobi naik motor lintas benua, jarang mandi dan kata orang ‘casing’ saya tomboy abis. Sudah pasti tampilan sekarang lebih manusiawi dong. Kasian suami, kalo harus disuguhi istri dekil :mrgreen:

Omong-omong, setelah melahirkan 4 bulan lalu. Berat badan saya (lagi…)

Tags:

Ratna Juni 19th, 2008      11 Comments »

bayi-from-god.jpg
Seleksi jenis kelamin melalui teknik rekayasa genetik adalah cara yang paling tepat untuk memilih jenis kelamin bayi sesuai dengan yang diinginkan. Jika pasutri dinilai cukup mampu dan bersedia untuk melakukan prosedur-prosedur medis yang diperlukan. Namun banyak kalangan yang menentang metode ini karena menyangkut masalah moral dan metode ini harus dibatasi hanya dilakukan pada hewan dan bukan untuk manusia.

Ada beberapa cara lebih alami dan tidak berbahaya. Menurut Dr. Jean Choukron, seorang profesor ahli obstetri dari Perancis, jika Anda ingin bayi laki-laki, maka perbanyaklah makan pisang. Berdasarkan penelitiannya, kemungkinan sebesar 85% bagi pasangan suami istri untuk mendapatkan pilihan jenis kelamin bayinya dengan melakukan suatu diet khusus.

Untuk yang mengharapkan bayi laki-laki perbanyaklah mengkonsumsi makanan yang mengandung natrium dan kalium yang tinggi, seperti pisang, kentang, buah apricot, buah peach dan daging. Untuk orangtua yang mengharapkan bayi perempuan, kedua orangtua harus banyak makan makanan yang mengandung kalsium dan magnesium tinggi. Misalnya susu, yoghurt,kacang-kacangan,biji-bijian dan sayuran, serta mengurangi konsumsi garam.

Disamping itu para ahli di Texas, berhasil menemukan bahwa pria yang aktif dalam kehidupan seksualnya akan berpeluang mempunyai bayi laki-laki, dan pria yang tidak terlalu aktif akan berpeluang mendapatkan bayi perempuan, hal ini tertulis dalam majalah Top Sante. Mereka yakin ini semua disebabkan oleh produksi kromosom X dari sperma akan meningkat karena ketidakteraturan pria dalam berhubungan seksual.

Ada beberapa tips mudah dari Buku Bunda dan Buah Hati terbitan Havas MediMedia:

Untuk Mendapatkan Anak Lelaki

  • Hindari berhubungan seksual hingga sekitar 2 minggu setelah menstruasi. Hubungan seksual itu dilanjutkan lagi pada saat ovulasi atau saat sudah mendekati ovulasi.
  • Gunakan pembilas alkalin sesaat sebelum berhubungan seksual (2 sendok teh baking soda dalam segayung air hangat).
  • Tingkatkan kwantitas dan kwalitas cairan vagina dengan membuat pasangan wanita mengalami orgasme (dianjurkan beberapa kali orgasme) sebelum ejakulasi.
  • Arahkan sperma sedekat mungkin dengan leher rahim dimana pada bagian itu cairan vaginanya lebih baik untuk membawa kromosom X sperma melalui penetrasi yang dalam pada saat ejakulasi.
  • Pastikan kalau sperma itu telah diarahkan ke dekat mulut rahim yang terbuka, dan bukan di bagian samping dinding vagina, melalui posisi dari belakang.

Untuk Mendapatkan Anak Perempuan

  • Lakukan hubungan seksual sekitar 4 hari pertama setelah berovulasi.
  • Gunakan pembilas asam (larutkan 1 sendok teh cuka putih ke dalam segayung air hangat) sekitar dua hari setengah setelah ovulasi.
  • Meminimalkan kealkalian cairan vagina dengan menunda orgasme setelah penetrasi dan ejakulasi.
  • Membiarkan sperma melewati saluran vagina dimana cairan di dalamnya lebih asam alami dan sperma itu membawa kromosom X melalui penetrasi pendek pada saat ejakulasi.
  • Pada waktu memasukkan sperma, jauhkan dari bagian mulut rahim.

Tags: , , , , ,

Ratna Juni 19th, 2008      2 Comments »

Sekarang Abil sudah lancar membaca huruf Latin. Dan sedang saya biasakan untuk lancar menulis juga.

Seperti kemarin, Abilsenang sekali ngobrol dengan saya pakai acara ’susuratan’.

Kami saling balas satu kalimat-satu kalimat per suratnya. Selalu loncat-loncat topiknya. Abil menunggu balasan surat saya sambil cekikikan harap-harap cemas di balik pintu kamar. Kalau balas surat saya, lumayan memakan waktu. Saya sih asyik-asyik aja. Soalnya sambil ngasuh Ari dan Alle.

Ini petikan ‘berbalas surat’nya: (udah di-edit EYDnya ya…tapi susunan huruf dan kata-kata sama)

Abil : Kenapah Mamah suka marahin Abil?

Saya : Kenapa coba?

Abil : Nakal

Saya : Abil mau makan apa?

Abil : Ga mau makan

Saya : Enak. Ada sop pake baso.

Abil : Mah, kenapah bai ada di perut (maksudnya, kenapa bisa ada bayi dalam perut?)

Weks… Mulai deh.

Saat itu saya ngga siap kasih jawaban. Udah aja saya bilang, “Abil, jawabannya panjang lho…”

Trus Abil bilang, “Ngga apa-apa. Abil dengerin kok!”

“Tapi kan kita lagi susuratan. Abil mau ngga baca tulisan Mamah yang panjang kayak buku? Mamah sih mau aja nulis. Tapi mau ngga Abilnya baca?”

“Heheh… Ngga. Cape.”

Hahaha. Untung aja. Abil masih malas baca yang panjang-panjang. Kali ini saya selamat.

Baca juga:

Kid’s Question About A Birth

Tags: , , , , , ,

Ratna Juni 14th, 2008      8 Comments »

Bermain, tidak sekedar kegiatan bergerak bagi anak-anak. Selain menjadi sarana pertama bagi si kecil mengenal dunia sekitar, bermain dapat menstimuli panca indera, daya intelektual, dan syaraf motoriknya. Yang otomatis mempengaruhi perkembangan fisik, mental, dan kecerdasan mereka di kemudian hari.

Berikut ini ada beberapa poin yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis mainan bagi buah hati Anda:

- Menarik bagi anak
Pilih yang ia suka. Sayang bila mainan yang kita berikan tidak menarik minat anak dan diacuhkan.

- Aman.
Dari segi bentuk (tidak berpotensi melukai) dnan bahan (tidak beracun).

- Warna yang atraktif
Untuk merangsang daya penglihatan.

- Menstimuli panca indera
Selain penglihatan, pilihlah mainan yang menstimulasi indra lainnya (pendengaran, sentuhan, dll)

- Variasi fitur mainan
Semakin variatif fitur yang ada pada mainan, semakin membantu pengembangan kemampuan anak.

Sumber: Parenting Magazine

Tags: , , , , , , , , , ,

Ratna Juni 13th, 2008      No Comments »

Anak-anak saya suka sekali nyetel lagu-lagu di mp3. Jenis musiknya macam-macam. Rock, pop, daerah, jazz, dangdut, Indonesia maupun Barat. Cuma sayang koleksi lagu anak-anak kami memang sangat sedikit. Kalaupun ada, tidak bisa disetel. Maklum masih dalam bentuk kaset pita. Jadi harus pakai tape jaman dulu yang ada rewind sama fastforward gitu… Padahal asyik lho. Lagu-lagu anak-anak ’super jadul’ saya masih banyak lho. Kayak album-albumnya Chicha Koeswoyo sama Adi Bing Slamet. Dan kalau didenger-denger, lagu jaman dulu jauh lebih asyik dibanding lagu anak-anak jaman sekarang. Baik dari segi aransemen maupun lirik. Ringan, sederhana…khas dunia anak-anak.

Kalaupun saat ini ada lagu anak-anak yang dikemas modern, mungkin yang masih ‘asyik’ versi saya adalah lagu impor. Lagu-lagu jadul yang dinyanyikan lagi tanpa menghilangkan kekhasan dunia anak salah satunya dinyanyikan oleh Barney. Si boneka dinosaurus besar warna ungu. Ini salah satu lagu yang disukai anak-anak saya.

(Oh,iya. Kalau belum tahu lagunya, silakan dengar disini. Bisa download juga. Monggo…)

Mr. Sun by Barney and Friends

Mr. Sun, Sun, Mr. Golden Sun
Please shine down on me
Mr. Sun, Sun, Mr. Golden Sun
Hiding behind a tree

These little children are asking you
To please come out so we can play with you

Mr. Sun, Sun, Mr. Golden Sun
Please shine down on me…

Lagu anak-anak lainnya…..

Tags: , , , , , , ,

Ratna Juni 11th, 2008      4 Comments »

Punya blog baru di ‘domain beli’ ternyata lumayan bikin senewen juga. Bagi saya yang gaptek, menata blog di wordpress gratisan jauh lebih mudah, meski fasilitasnya terbatas. Disini, saya harus meng-upload themes sendiri, cari plug-in, yang kesemuanya memakan waktu. Belum lagi ketika saya sudah pilih themes yang saya sukai, ternyata tidak widget-ready.

Terus udah siap kepingin buru-buru blogwalking lagi, eh…sidebarnya melorot. Betul-betul bikin saya menangis meraung-raung dalam hati. Tapi bagaimanapun saya senang dengan segala ‘cobaan’ ini. Saya jadi mengerti istilah-istilah baru dan cara mengatasi masalah. Yang walau dulunya bete tak terkira karena blog ngga jadi-jadi, jadi gembira tiada dua:D Selain telah berhasil bikin blog baru, saya jadi merasa bukan ibu-ibu lagi. Hah, apaan sih? Iya. Biasanya kan saya googling nyari-nyari berita terkini, artikel-artikel parenting, resep-resep makanan… Kemarin secara tidak langsung saya jadi masuk dunia yang didominasi para lelaki. Tentang website, komputer, gadget, ya seputar dunia IT-lah… Karena biasanya blog kaum Adam selalu membahas masalah tersebut.

Oh iya. Sehubungan dengan penataan sidebar saya yang melorot kemarin. Postingan saya yang lalu-lalu terpaksa dihapus. Untung isinya tidak begitu penting. Cuma saya mau minta maaf nih sama teman-teman yang sudah memberikan komentar di postingan saya itu. Sudah pasti komen kalian ikut terhapus juga. Gie, Nayla, Mifka, Anungr, Samsul. Maaf ya. Jangan kapok berkomen lagi lho…

Tags: , , , ,

Ratna Juni 11th, 2008      8 Comments »

“I’m bold, brave and fearless!” shouted Leonard the lion to all of his friends.

“Of course you are,” they siged because they had all heard Leonard boasting many times before.

One day when they were walking in the forest listening to Leonard boasting as usual, they turned a corner and saw a castle. On the gate outside was a notice that read, One Castle For Sale.

“That’s just the right place for me!” cried Leonard. “A bold, brave and fearless lion should live in a castle, then I will be King of the Castle!”

“It looks a bit spooky to me,” said one of his friends. “Won’t you be frightened when darkness comes?” (lagi…)

Tags: , , , ,

Ratna Juni 11th, 2008      1 Comment »